Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk bermimpi kembali mengantarkan putra Papua Tengah menembus panggung internasional.
Marthen Luther Wengge, yang akrab disapa Rambo Wengge, pemuda asal Kampung Napan, Kabupaten Nabire, berhasil mengharumkan nama Papua Tengah setelah meraih gelar Juara Battle Dance Fusion pada ajang Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 di Gedung Pos Bloc Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Prestasi tersebut sekaligus membuka jalan bagi Rambo Wengge untuk mewakili Indonesia pada ajang bergengsi 13th Asia Arts Festival 2026 yang akan berlangsung di SOTA Concert Hall, Singapura, pada 9 hingga 12 Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indonesia World Dance Festival 2026 mempertemukan para penari berbakat dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelum memasuki kompetisi, seluruh peserta mengikuti workshop dan pembekalan sejak 27 Mei 2026 guna meningkatkan kemampuan teknik, kreativitas, dan kualitas pertunjukan mereka.
Kemudian, pada babak kompetisi, Rambo Wengge menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil mengungguli para peserta lainnya.
Berdasarkan Surat Keterangan Nomor 001/SK-YRSD/IWDF/II/2026 yang diterbitkan Yayasan Rosmala Sari Dewi pada 30 Mei 2026, panitia resmi menetapkan Marthen Luther Wengge sebagai Juara Battle Dance Fusion IWDF 2026.
Berkat kemenangan tersebut, panitia juga menetapkan Rambo Wengge sebagai salah satu delegasi Indonesia yang akan tampil pada Asia Arts Festival 2026 di Singapura.
Festival seni internasional tersebut menjadi wadah pertemuan talenta-talenta terbaik dari berbagai negara untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan di bidang seni pertunjukan.
Manager Marthen, Anjani, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih sekaligus mengajak masyarakat Papua Tengah untuk memberikan dukungan dan doa menjelang keberangkatan ke Singapura.
“Kami memohon doa restu dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta seluruh masyarakat agar Marthen Rambo Wengge dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa nama Papua Tengah serta Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional,” ujar Anjani.
Selanjutnya, Rambo Wengge bersama tim melanjutkan berbagai persiapan administrasi dan teknis. Mereka mengurus dokumen perjalanan, termasuk paspor yang diproses pada 2 hingga 4 Juni 2026.
Seluruh tahapan berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak yang turut memberikan perhatian terhadap perjuangan putra Papua Tengah tersebut.
Sementara itu, Founder dan Director Indonesia World Dance Festival 2026 sekaligus Ketua Yayasan Rosmala Sari Dewi, Dr. Rosmala Sari Dewi, S.Sn., M.Sn., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan Marthen selama mengikuti kompetisi.
“Kami bangga memiliki talenta muda seperti Marthen Rambo Wengge yang mampu bersaing dan berprestasi. Ia juga menjadi delegasi pertama dari Papua yang berhasil kami bawa ke ajang internasional.
Semoga keikutsertaannya di Singapura dapat membawa pulang kemenangan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, keikutsertaan Rambo Wengge membawa misi besar untuk memperkenalkan potensi generasi muda Papua Tengah kepada dunia.
Melalui seni tari, ia membuktikan bahwa talenta dari daerah memiliki kemampuan yang sama untuk bersaing di tingkat internasional sekaligus menjadi duta budaya yang membawa identitas Indonesia ke panggung global.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire.
Selain itu, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk meraih prestasi terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad, kerja keras, dan kemauan untuk terus berkembang.
Dari Kampung Napan menuju Singapura, Marthen Luther Wengge membawa harapan, kebanggaan, dan semangat generasi muda Papua Tengah.
Masyarakat kini menantikan kiprahnya di Asia Arts Festival 2026 sekaligus berharap ia kembali mengukir prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia. (*)












