Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Sebuah kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi PA 1884 KE meledak saat melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Oyehe, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIT.
Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga dan pengguna SPBU. Beruntung, petugas bersama masyarakat bergerak cepat mengendalikan situasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ledakan terjadi saat kendaraan sedang menjalani proses pengisian bahan bakar di salah satu jalur pengisian SPBU.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Operator SPBU, Indra Hermawan Harjuna (33), mengatakan dirinya tengah melayani pengisian BBM pada kendaraan tersebut ketika tiba-tiba terdengar ledakan dari bagian depan mobil.
“Sekitar lima menit setelah pengisian berlangsung, kendaraan itu tiba-tiba meledak dari bagian depan. Saya langsung berlari menjauh untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.
Suara ledakan juga didengar petugas keamanan SPBU, Lodiwik Unmali (43), yang saat itu sedang berjaga di jalur pengisian lain.
Mendengar ledakan keras tersebut, ia segera mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan berlari menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Bersama sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi, petugas kemudian mendorong kendaraan keluar dari area pengisian guna mencegah risiko yang lebih besar terhadap fasilitas SPBU maupun kendaraan lainnya.
Berkat respons cepat petugas dan masyarakat, situasi berhasil dikendalikan dan tidak terjadi kebakaran yang meluas.
Meski tidak menimbulkan korban, ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah pada kendaraan dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp80 juta.
Dalam pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penimbunan atau pemindahan bahan bakar.
Di dalam kendaraan, petugas menemukan 17 buah jeriken, delapan di antaranya diketahui telah terisi bahan bakar jenis Pertalite.
Selain itu, petugas juga menemukan alat dan sambungan pipa yang terhubung ke corong pengisian bahan bakar yang diduga digunakan untuk memindahkan BBM ke dalam jeriken.
Temuan tersebut menjadi perhatian aparat karena mengindikasikan adanya dugaan penyalahgunaan proses pengisian bahan bakar di SPBU.
Saat petugas melakukan penanganan di lokasi, pemilik kendaraan diketahui telah meninggalkan tempat kejadian dan belum diketahui keberadaannya.
Hingga kini, aparat masih melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi sekaligus menemukan pemilik kendaraan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Petugas juga mengamankan kendaraan beserta seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian untuk mendukung proses penyelidikan.
Aparat mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan pengisian bahan bakar di SPBU dan tidak melakukan praktik yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan serta dugaan pelanggaran yang ditemukan masih terus berlangsung. (*)












