Papua Tengah | Nabireterkini.com – Harapan akan Papua yang aman dan damai terus menguat dari berbagai kalangan. Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Papua Tengah, Yosep Temorubun, menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat melalui Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua.
Menurut Yosep, keamanan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut rasa aman yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai, anak-anak harus dapat bersekolah dengan tenang, warga bisa bekerja tanpa rasa takut, dan keluarga menjalani aktivitas dengan damai.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pendekatan humanis yang dilakukan aparat menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan suasana yang lebih kondusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya memberikan dukungan kepada Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Pendekatan humanis yang dilakukan aparat menjadi kunci agar Papua benar-benar menjadi tanah yang damai bagi masyarakatnya,” ujar Yosep Temorubun.
Selain itu, sebagai lembaga yang aktif mendampingi masyarakat dalam persoalan hukum, Yosep menekankan bahwa setiap warga Papua memiliki hak untuk hidup aman dan terlindungi dari kekerasan. Oleh sebab itu, ia mendorong aparat untuk terus menegakkan hukum secara tegas, namun tetap berkeadilan.
Ia juga mengapresiasi langkah aparat yang dinilai berhasil mengungkap berbagai kasus yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Bahkan, menurutnya, upaya memutus jalur distribusi logistik dan amunisi yang diduga digunakan oleh kelompok kriminal bersenjata merupakan langkah strategis dalam menekan potensi konflik.
“Kami mengapresiasi keberhasilan aparat dalam menindak pelaku kejahatan serta memutus jalur distribusi yang berpotensi memperbesar ancaman keamanan,” tambahnya.
Lebih jauh, Yosep mengajak seluruh pihak baik aparat keamanan, tokoh masyarakat, maupun warga untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama. Ia menilai sinergi tersebut menjadi fondasi utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, karena hal tersebut dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, Yosep menegaskan bahwa kedamaian Papua harus dibangun bersama, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui rasa saling percaya dan kepedulian antar sesama.
“Papua adalah rumah kita bersama. Jika kita saling menjaga dan bekerja sama, maka kedamaian bukan hanya harapan, tetapi sesuatu yang bisa kita wujudkan bersama,” tutupnya. (*)












