Pelantikan Pejabat Nabire Diwarnai Evaluasi, Bupati: Kerja Nyata, Bukan Laporan

- Admin

Sabtu, 11 April 2026 - 06:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Bupati Nabire, Mesak Magai, menegaskan komitmen reformasi birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di Aula Maranatha, Kamis (9/4/2026).

Dalam suasana yang penuh khidmat, pelantikan ini tidak sekadar seremoni. Sebaliknya, momen tersebut menjadi titik refleksi sekaligus langkah tegas pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Kami tidak hanya melantik, tetapi juga mengevaluasi. Kinerja nyata jauh lebih penting daripada sekadar laporan,” tegas Bupati Mesak Magai di hadapan para pejabat yang dilantik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati secara terbuka mengakui adanya kekurangan dalam persiapan pelantikan. Namun demikian, ia langsung menjadikannya sebagai bahan evaluasi menyeluruh.

Ia menekankan bahwa setiap pimpinan perangkat daerah harus mampu mengelola organisasi dengan baik. Tidak hanya itu, ia juga meminta seluruh ASN membangun kerja sama tim yang solid.

“Kita mengurus daerah, bukan kepentingan pribadi. Kalau satu OPD saja tidak bisa dikelola dengan baik, maka ini menjadi masalah serius,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati memastikan bahwa seluruh pejabat yang dilantik menerima jabatan definitif, bukan pelaksana tugas (PLT).

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut lahir dari proses penilaian kinerja yang matang. Selain itu, pemerintah juga melakukan rotasi jabatan sebagai bentuk penyegaran organisasi.

Dengan langkah ini, Bupati berharap setiap pejabat mampu langsung bekerja cepat, tepat, dan terukur.

Baca Juga:  Evakuasi Cepat Korban Dogiyai, Polda Papua Tengah Tunjukkan Respons Sigap

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan pesan kepemimpinan yang kuat namun sederhana. Menurutnya, seorang pemimpin tidak harus paling pintar, tetapi harus mampu menyelesaikan masalah dan menyatukan tim.

Ia menggambarkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kolaborasi antara pimpinan dan staf.

“Pemimpin itu harus pandai melihat persoalan, mengambil keputusan, dan menyatukan tim. Sementara tim yang kuat akan menjalankan pekerjaan secara maksimal,” jelasnya.

Sebagai wilayah sentral, Nabire memegang peran penting dalam pelayanan publik di Papua Tengah. Oleh karena itu, Bupati mengingatkan bahwa kinerja ASN Nabire akan menjadi tolok ukur bagi daerah lain.

Banyak masyarakat dari wilayah pegunungan bergantung pada layanan pendidikan dan kesehatan di Nabire. Dengan demikian, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan.

Di sisi lain, Bupati juga menyoroti tantangan pengelolaan APBD akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat. Ia meminta seluruh perangkat daerah menggunakan anggaran secara bijak dan transparan.

Selain itu, ia mendorong koordinasi aktif antara pimpinan, sekretaris, dan staf agar program tetap berjalan optimal.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan pesan yang menggugah seluruh aparatur.

Bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan dedikasi.

“Mari kita bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, dan membangun Nabire dengan tanggung jawab,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEM Fisip Uncen Klaim Kebijakan Dekan FK Uncen : Diskriminatif dan Cederai Hak Pendidikan OAP
Rektor USWIM Dorong Pelestarian Bahasa Papua Lewat Seminar Internasional
Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua
Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Sinak
Peredaran Ganja di Nabire Terbongkar, Dua Pelaku Diamankan
OD Alias IK Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan di Dogiyai
Nancy Raweyai: Papua Bukan Tanah Kosong, Hak Adat Harus Dihormati
Nobar “Pesta Babi” di Asrama Puncak Nabire, Norton Karubuy: Film Ini Buka Kesadaran Generasi Papua tentang Hak Masyarakat Adat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:55 WIT

BEM Fisip Uncen Klaim Kebijakan Dekan FK Uncen : Diskriminatif dan Cederai Hak Pendidikan OAP

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:49 WIT

Rektor USWIM Dorong Pelestarian Bahasa Papua Lewat Seminar Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:08 WIT

Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:48 WIT

Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Sinak

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:56 WIT

OD Alias IK Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan di Dogiyai

Berita Terbaru