Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Semangat membina generasi muda Papua Tengah lahir dari sebuah gagasan sederhana di Masjid Baiturrahman.
Dengan tekad dan kepedulian terhadap perkembangan anak-anak, SSB Barana Cendrawasih menghadirkan “Barana Cendrawasih Junior Futsal Cup VI U-13 Talenta Emas Nabire” di Lapangan Sport Center Futsal Karya Papua, Jalan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.
Turnamen tersebut menjadi ruang bagi anak-anak usia 13 tahun untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan mimpi menjadi atlet masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia sekaligus penyelenggara kegiatan, Imron Rumawi, mengatakan dirinya menginisiasi turnamen itu setelah melihat perkembangan permainan anak-anak di Nabire yang terus meningkat.
“Saya lihat anak-anak kecil di Nabire punya kemampuan yang bagus dan menarik ditonton. Karena itu, saya pikir mereka juga harus punya wadah untuk berkembang,” ujarnya.
Ia kemudian menyusun kegiatan tersebut hanya dalam waktu tiga hari bersama para pemuda yang ikut membantu sebagai panitia.
Selain itu, Imron menggunakan dana pribadi demi memastikan turnamen tetap berjalan sesuai rencana.
“Saya kumpulkan anak-anak untuk jadi panitia dan kami kerja bersama supaya kegiatan ini bisa terlaksana,” katanya.
Awalnya, panitia menjadwalkan pertandingan dimulai pada Senin.
Namun, aksi demonstrasi yang terjadi di Nabire membuat jadwal harus berubah.
Karena itu, pertandingan baru dimulai pada Selasa dan terus berlangsung hingga Kamis. Sementara laga final dijadwalkan berlangsung pada Minggu mendatang.
Sebanyak 24 tim ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Bahkan beberapa peserta datang dari wilayah yang cukup jauh seperti Yaro dan Muko-Muko.
Meski harus menempuh perjalanan panjang, semangat para pemain muda tetap terlihat tinggi selama pertandingan berlangsung.
Turnamen ini juga menyediakan hadiah pembinaan bagi para juara. Panitia menyiapkan Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta bagi juara kedua, Rp3 juta untuk juara ketiga, dan Rp2 juta untuk juara keempat.
Selain itu, panitia memberikan penghargaan khusus untuk pemain terbaik, kiper terbaik, dan tim terbaik lengkap dengan uang pembinaan, piala, serta piagam penghargaan.
Imron berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga usia dini di Nabire.
Menurutnya, anak-anak Papua memiliki potensi besar jika mendapat dukungan dan kesempatan yang tepat.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat potensi anak-anak ini dan menghadirkan lebih banyak event pembinaan setiap tahun,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa SSB Barana Cendrawasih akan terus menghadirkan turnamen futsal usia dini sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di Papua Tengah.
Di tengah keterbatasan, semangat sederhana itu kini berubah menjadi harapan besar.
Sorak-sorai anak-anak di lapangan futsal bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang mimpi yang mulai tumbuh dari Nabire untuk masa depan Papua. (*)












