Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) sebagai langkah memperkuat perlindungan ekosistem mangrove sekaligus mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah pesisir Papua Tengah, Kamis (21/5/2026).
Pembentukan KKMD tersebut dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang berlangsung di Hotel Mahavira, Jalan Ampera Auri, Nabire, Papua Tengah.
Kegiatan itu dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Victor Fun, ditegaskan bahwa ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan gelombang laut, sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.
“Ekosistem mangrove bukan hanya menjaga kawasan pantai dari abrasi dan gelombang laut, tetapi juga menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir serta membantu mengurangi dampak perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon,” ujar Victor Fun.
Menurutnya, Papua Tengah memiliki potensi mangrove yang besar. Namun di sisi lain, kawasan tersebut menghadapi ancaman kerusakan akibat pembukaan lahan, pemanfaatan kawasan pesisir yang belum tertata, serta kurangnya pengawasan di sejumlah wilayah.
Karena itu, pemerintah menilai perlindungan dan pengelolaan mangrove tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, sektor swasta, masyarakat adat, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir.
Victor Fun menegaskan bahwa pembentukan KKMD bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif, melainkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian mangrove di Papua Tengah.
“KKMD diharapkan menjadi motor penggerak kolaborasi dalam menyusun kebijakan terpadu, mempercepat rehabilitasi kawasan mangrove yang rusak, serta mendorong ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan ekowisata dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.
“Kita ingin pembangunan Papua Tengah berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan demi mewujudkan Papua Tengah yang adil, harmonis, maju, dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)












