Sanggar AWDC Squad Siapkan 43 Penari untuk Meriahkan Pembukaan Festival Pelajar Papua Tengah 2026

- Admin

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marjan Rumagesan Sebanyak 43 pelajar dari tingkat SD hingga SMA terlibat dalam pertunjukan bertema Triton atau Tabura yang mengangkat budaya pesisir dan pegunungan Papua. Dok_Arief NT

Marjan Rumagesan Sebanyak 43 pelajar dari tingkat SD hingga SMA terlibat dalam pertunjukan bertema Triton atau Tabura yang mengangkat budaya pesisir dan pegunungan Papua. Dok_Arief NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com– Sanggar AWDC Squad menyiapkan 43 penari dari berbagai sekolah di Kabupaten Nabire untuk tampil pada pembukaan dan penutupan Festival Pelajar Papua Tengah 2026 di Lapangan Bandara Lama Nabire.

Pendiri Sanggar AWDC Squad, Marjan Rumagesan yang akrab disapa Bang Ajan, mengatakan sanggar yang dipimpinnya merupakan salah satu sanggar tari di Nabire.

Kelompok tersebut awalnya berdiri pada tahun 2000 dengan nama Grup Angker sebelum berkembang menjadi Angker Wisdom Dance Crew (AWDC).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Grup Angker berdiri pada tahun 2000 di Nabire. Beberapa tahun kemudian kami berkembang menjadi Sanggar AWDC atau Angker Wisdom Dance Crew,” kata Bang Ajan saat ditemui di bandara lama, Selasa (23/6/2026).

Seiring perjalanan waktu, AWDC kerap terlibat dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Pengalaman tersebut kemudian membawa sanggar itu mendapat kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mengisi rangkaian acara Festival Pelajar Papua Tengah 2026.

Untuk mendukung penampilan tersebut, Bang Ajan mengumpulkan puluhan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan untuk mengikuti latihan intensif selama lebih dari satu bulan.

Sebanyak 43 penari yang terlibat berasal dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Para peserta berlatih setiap hari di sanggar guna mematangkan koreografi yang akan ditampilkan saat pembukaan dan penutupan festival.

“Kami melibatkan anak-anak dari kelas lima SD sampai kelas tiga SMA. Mereka berasal dari berbagai sekolah di Nabire dan berlatih bersama setiap hari untuk mempersiapkan penampilan terbaik,” ujarnya.

Pada pembukaan festival, AWDC akan menampilkan tarian bertema Triton atau Tabura yang terinspirasi dari budaya masyarakat pesisir Papua.

Dalam tradisi masyarakat pesisir, bunyi tabura atau triton digunakan sebagai alat komunikasi untuk memanggil warga agar berkumpul.

Bang Ajan menjelaskan konsep tersebut kemudian diterjemahkan menjadi sebuah pertunjukan yang mengangkat semangat kebersamaan dan pendidikan bagi generasi muda.

Baca Juga:  Perempuan Papua Tengah Perkuat Nilai Pancasila Lewat Diskusi Publik di Nabire

“Saya terinspirasi dari cerita orang-orang tua tentang fungsi triton pada masa lalu. Ketika triton dibunyikan, masyarakat akan berkumpul. Dari situ kami membuat konsep panggilan untuk belajar dan menata masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Pertunjukan itu juga mengangkat kehidupan masyarakat Papua melalui sejumlah properti pendukung, seperti honai, perahu, batu, dan tabura.

Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menggambarkan kehidupan masyarakat pegunungan dan pesisir yang akhirnya dipersatukan melalui bunyi triton.

Dalam alur cerita yang ditampilkan, anak-anak dari wilayah pegunungan digambarkan keluar dari honai dan menjalani aktivitas sehari-hari. Sementara itu, anak-anak dari wilayah pesisir tampil menggunakan perahu.

Ketika suara triton dibunyikan, seluruh tokoh dalam pertunjukan berkumpul sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.

Selain properti utama, tim kreatif juga menyiapkan efek asap dan elemen visual lainnya untuk memperkuat suasana pertunjukan saat pembukaan festival berlangsung.

Meski demikian, proses persiapan tidak selalu berjalan mulus. Bang Ajan mengaku menghadapi sejumlah kendala selama latihan, terutama karena para penari masih berstatus pelajar.

“Kendalanya biasanya ada peserta yang berhalangan hadir, ada yang sakit, ada yang kelelahan, sehingga kami harus menyesuaikan kembali formasi latihan. Namun secara keseluruhan persiapan sudah berjalan baik,” katanya.

Ia berharap Festival Pelajar Papua Tengah dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan lebih banyak cabang perlombaan seni budaya, termasuk Tari Yospan, Tari Cenderawasih, dan berbagai tarian tradisional lainnya.

Menurutnya, semakin banyak ruang yang diberikan kepada pelajar untuk menampilkan budaya daerah, maka semakin besar pula peluang generasi muda untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya Papua.

“Kami siap memberikan penampilan terbaik pada pembukaan. Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai budaya mereka sendiri,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan
TPNPB Klaim Aparat Masuk Gereja Saat Ibadah di Wuloni, Minta Hormati Kebebasan Beragama
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIT

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:27 WIT

KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai

Berita Terbaru