Gubernur Meki Nawipa Ajak Pelajar Papua Tengah Jaga Budaya dan Jauhi Narkoba

- Admin

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., menyampaikan sambutan saat membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 di Nabire. Ia mengajak generasi muda menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara positif, serta menjauhi narkoba dan minuman keras. Dok_Arief NT

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., menyampaikan sambutan saat membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 di Nabire. Ia mengajak generasi muda menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara positif, serta menjauhi narkoba dan minuman keras. Dok_Arief NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Pelestarian budaya menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas dan jati diri generasi muda Papua. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital, generasi muda diharapkan mampu menjadi penjaga warisan budaya sekaligus agen perubahan yang membawa Papua Tengah menuju masa depan yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., saat membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Jenjang SMA/SMK Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di bandara lama Nabire, (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan bahwa festival budaya bukan sekadar ajang perlombaan atau kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk memperkenalkan identitas dan nilai-nilai budaya Papua kepada generasi muda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, budaya merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sangat tinggi dan harus dijaga keberlangsungannya di tengah perkembangan zaman.

“Saya percaya melalui festival ini kita sedang meletakkan fondasi bagi generasi muda untuk mengenali dari mana mereka berasal dan memahami identitas mereka sebagai orang Papua,” ujarnya.

Ia mengatakan, banyak negara maju mulai kehilangan akar budaya mereka. Karena itu, masyarakat Papua harus bersyukur karena masih memiliki budaya yang tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Bagi saya, budaya lebih mahal dari emas dan tembaga yang kita miliki. Budaya adalah identitas kita sebagai orang Papua yang hidup di atas tanah ini,” katanya.

Selain mengajak pelajar melestarikan budaya, Gubernur juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.

Menurutnya, generasi muda harus menggunakan media sosial dan internet sebagai sarana edukasi serta promosi budaya Papua Tengah kepada dunia.

Ia mendorong para pelajar untuk mendokumentasikan berbagai aktivitas budaya, tarian, karya seni, dan kerajinan daerah, kemudian membagikannya melalui platform digital agar semakin dikenal secara nasional maupun internasional.

“Jangan gunakan teknologi untuk hal-hal negatif. Jadilah generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan budaya Papua Tengah kepada dunia,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Meki Nawipa juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi narkoba, minuman keras, dan berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.

Baca Juga:  Fans Senegal Tunda Konvoi Demi Jaga Keamanan di Nabire

Menurutnya, pembangunan Papua Tengah tidak akan berhasil apabila generasi mudanya kehilangan arah dan terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun minuman keras.

“Kalian adalah motor penggerak pembangunan Papua Tengah. Karena itu, katakan tidak pada narkoba, tidak pada minuman keras, jaga kesehatan, dan fokus pada prestasi,” tegasnya.

Selain membahas pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda, Gubernur Papua Tengah turut memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam sektor pendidikan.

Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp77,88 miliar untuk mendukung program sekolah gratis bagi 58.920 siswa jenjang SMP, SMA, SMK, SLB, serta peserta didik yang tinggal di asrama sekolah di seluruh Papua Tengah.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi seluruh anak Papua Tengah.

“Dengan sekolah gratis ini tidak ada alasan bagi anak-anak Papua Tengah untuk tidak bersekolah. Pemerintah hadir untuk memastikan pendidikan dapat diakses oleh semua,” katanya.

Selain pembiayaan pendidikan bagi siswa, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui program sertifikasi guru.

Setelah memberikan sertifikasi kepada 801 guru pada tahun sebelumnya, pemerintah menargetkan 1.000 guru lagi akan mengikuti program serupa pada tahun 2026.

Meki berharap berbagai program pendidikan yang telah dijalankan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Tengah.

Ia juga mengajak seluruh pelajar yang mengikuti festival budaya untuk menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta saling menghormati satu sama lain.

“Menang atau kalah adalah hal biasa. Namun keberanian untuk tampil, melestarikan budaya, dan menjauhi hal-hal negatif merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus membangun karakter positif demi masa depan Papua Tengah yang lebih maju dan berdaya saing. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya
Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah
Rp77,84 Miliar Disiapkan untuk Pendidikan Gratis di Papua Tengah
Tari Kreasi hingga Musik Akustik Meriahkan Festival Pelajar Papua Tengah
Tim Resmob Polres Nabire Ungkap Dugaan Penguasaan Motor Hasil Pencurian
Dari Bunyi Triton Menuju Pendidikan, Pesan Mendalam di Festival Pelajar
Sanggar AWDC Squad Siapkan 43 Penari untuk Meriahkan Pembukaan Festival Pelajar Papua Tengah 2026
Aljufikar Rawarin Angkat Keberagaman Budaya Indonesia Lewat Tarian Nusantara di Festival Pelajar Papua Tengah 2026
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:34 WIT

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:46 WIT

Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:57 WIT

Rp77,84 Miliar Disiapkan untuk Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:46 WIT

Tari Kreasi hingga Musik Akustik Meriahkan Festival Pelajar Papua Tengah

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:08 WIT

Gubernur Meki Nawipa Ajak Pelajar Papua Tengah Jaga Budaya dan Jauhi Narkoba

Berita Terbaru

Kontingen Kabupaten Puncak Jaya menampilkan berbagai kerajinan budaya, termasuk noken dan kalung tradisional, pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Alvi NT

Berita

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:34 WIT