Kontak Tembak di Pogoma, Satgas TNI Amankan Warga dan Evakuasi Korban

- Admin

Rabu, 15 April 2026 - 23:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Kepanikan menyelimuti Kampung Muara, Distrik Pogoma, ketika api melalap rumah-rumah warga. Di tengah situasi mencekam, warga berlari menyelamatkan diri dan mencari perlindungan. Namun di balik ketakutan itu, harapan muncul saat aparat keamanan hadir membawa perlindungan dan pertolongan.

Insiden pembakaran rumah warga terjadi di Kampung Muara dan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Lekagak Talenggen. Aksi tersebut langsung memicu kepanikan, sehingga warga mendatangi pos TNI terdekat untuk melaporkan kejadian sekaligus meminta perlindungan.

Menanggapi laporan itu, Satgas Koops TNI Habema segera bergerak menuju lokasi. Aparat langsung melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga bertanggung jawab atas pembakaran honai warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak lama kemudian, kontak tembak terjadi antara Satgas TNI dan kelompok tersebut. Situasi di lapangan sempat memanas, namun aparat terus menekan pergerakan kelompok bersenjata hingga akhirnya mundur ke arah Kampung Kembru di wilayah Galupaga.

Namun demikian, dalam proses pelarian, kelompok tersebut melakukan penembakan secara membabi buta ke arah permukiman warga. Akibatnya, lima warga sipil mengalami luka-luka, termasuk anak-anak.

Kelima korban masing-masing berinisial NK yang mengalami luka sobek pada kaki kanan, AT dengan luka di leher dan jari, DW (3 tahun) mengalami luka pada kaki, AW (5 tahun) luka di dada kanan, serta OW (6 tahun) luka di siku kanan. Mereka bersama warga lainnya harus berjalan kaki menempuh puluhan kilometer melalui medan berat demi mencapai tempat aman.Insiden Pogoma Papua Tengah

Baca Juga:  Hadirkan Senyum Anak Papua, Satgas Cartenz Gelar Bakti Sosial

Setibanya di Pos TNI Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri, aparat langsung memberikan pertolongan pertama. Selanjutnya, di bawah koordinasi Dandim 1714/Puncak Jaya bersama PMI setempat, petugas mengevakuasi para korban ke RSUD Puncak Jaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Di sisi lain, Satgas TNI terus mengamankan wilayah Kampung Muara guna mencegah gangguan lanjutan. Aparat juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan serta membantu proses evakuasi warga yang memilih mengungsi karena khawatir akan aksi susulan.

Saat ini, situasi di Kampung Muara mulai berangsur kondusif. Meski demikian, aparat tetap siaga penuh untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.

Satgas TNI menegaskan komitmennya untuk melindungi warga dari ancaman kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan. Selain itu, aparat terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Lekagak Talenggen guna memastikan situasi kembali sepenuhnya terkendali.

Di tengah peristiwa ini, terlihat jelas bahwa masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak. Oleh karena itu, aparat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Langkah cepat dan responsif aparat menjadi harapan bagi warga yang menginginkan rasa aman. Dari situasi yang sempat mencekam, kini perlahan tumbuh keyakinan bahwa keamanan dapat kembali pulih melalui kerja sama dan kepedulian bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.
Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah
Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah
dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire
AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra
Dr. Soedeson Tandra Gelar Sejumlah Pertemuan Strategis di Nabire
Polres Nabire kerahkan 700 Personel jelang Aksi “Tragedi Dogiyai Berdarah” dari IPMADO Nabire 
Ultimatum Adat Warnai Kasus Tabrak Lari di Jalan Nabire–Ilaga
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIT

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:52 WIT

Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:06 WIT

dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire

Senin, 11 Mei 2026 - 10:32 WIT

AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra

Berita Terbaru