Aspirasi Mahasiswa Menggema di USWIM Nabire, Soroti Fasilitas hingga Biaya SPP

- Admin

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Mahasiswa Uswim Berorasi depan kantor Rektorat dan di saksikan langsung oleh Rektor dan para dosen. Kamis (7/5/2026). Dok-Alvi

Ratusan Mahasiswa Uswim Berorasi depan kantor Rektorat dan di saksikan langsung oleh Rektor dan para dosen. Kamis (7/5/2026). Dok-Alvi

Nabire, Papua Tengah || Nabiretekini.com — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa/i Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire menggelar aksi damai di halaman rektorat, Kamis (7/5/2026).

Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap berbagai persoalan internal kampus yang dinilai semakin memprihatinkan, mulai dari fasilitas pendidikan yang tidak layak hingga kevakuman Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Dengan mengusung tema “Kami Sudah Bayar, Tetapi Hak Kami Tidak Diberikan!”, massa aksi menuntut adanya perhatian serius dari pihak universitas terhadap hak-hak mahasiswa sebagai peserta didik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIT, mahasiswa mulai berkumpul di depan gapura kampus sebelum melakukan long march menuju halaman rektorat.

Orasi pertama dimulai pukul 08.24 WIT, kemudian massa bergerak menuju titik aksi sekitar pukul 08.58 WIT.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa dari lima fakultas dan 13 jurusan secara bergantian menyampaikan aspirasi serta kritik terhadap kondisi kampus. Orasi berlangsung sejak pukul 09.10 hingga 10.33 WIT.

Mahasiswa menyoroti tidak aktifnya BEM USWIM yang dinilai membuat ruang aspirasi mahasiswa menjadi lumpuh.

Selain itu, persoalan fasilitas kampus menjadi keluhan utama dalam aksi tersebut.

Sejumlah mahasiswa mengaku fasilitas seperti perpustakaan, toilet, ruang kelas, hingga sarana pendukung perkuliahan lainnya berada dalam kondisi tidak layak digunakan.

Keluhan paling serius datang dari mahasiswa kelas sore yang mengaku harus mengikuti proses belajar dalam kondisi gelap akibat lampu dan aliran listrik yang tidak berfungsi.

Bahkan, sebagian mahasiswa terpaksa menggunakan cahaya lilin maupun telepon genggam agar tetap bisa mengikuti perkuliahan.

Mahasiswa menilai kondisi tersebut sangat ironis mengingat USWIM dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi besar di ibu kota Provinsi Papua Tengah.

Baca Juga:  Ermia Murip Minta Aparat Persuasif saat Aksi Mahasiswa

“Kami membayar biaya pendidikan, tetapi fasilitas dasar untuk belajar saja masih sangat minim,” ujar salah satu peserta aksi dalam orasinya.

Dalam aksi damai itu, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak universitas, yakni mengaktifkan kembali BEM USWIM Nabire, menyediakan fasilitas kampus yang layak, serta menurunkan biaya SPP.

Menanggapi tuntutan tersebut, Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, menyampaikan bahwa pembentukan kembali BEM akan dibahas setelah pelaksanaan ujian dan penerimaan mahasiswa baru selesai.

“Ini mau ujian dan penerimaan mahasiswa baru, jadi nanti kita rencanakan pembentukan BEM setelah bulan Agustus,” ujar Petrus Tekege di hadapan mahasiswa.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kampus akan mengusulkan pembangunan lima toilet mahasiswa dan lima toilet mahasiswi, serta merencanakan pembangunan perpustakaan permanen yang lebih layak.

“Perpustakaan pasti akan dibangun, tetapi harus dilakukan koordinasi lagi karena kita ingin membuat yang permanen dan layak,” katanya.

Terkait tuntutan penurunan biaya SPP, pihak kampus menyatakan bahwa tarif terakhir kali mengalami kenaikan pada tahun 2014 dan hingga kini belum mengalami perubahan.

“SPP terakhir naik tahun 2014, setelah itu tetap seperti biasa, tidak naik dan tidak turun. Jadi mohon doanya, aspirasi kalian semua kami sudah terima,” tegas rektor.

Sekitar pukul 10.30 WIT, pernyataan sikap mahasiswa diterima langsung oleh Rektor USWIM sebagai bentuk penerimaan resmi terhadap aspirasi mahasiswa.

Aksi damai yang dikoordinir oleh Fredy Yobee selaku koordinator lapangan dan Isak Bobii sebagai wakil koordinator lapangan itu berakhir tertib sekitar pukul 11.30 WIT. (*)

Penulis : Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Nabire Wujudkan Harapan Mama-Mama Pasar, Salurkan 30 Payung Jelang HUT Bhayangkara ke-80
Kapolda Papua Tengah Buka FGD Cinta Damai Noken 2026 di Nabire
IPMADO Soroti Euforia Piala Dunia di Tengah Duka Masyarakat Dogiyai
BBM Nonsubsidi Naik, Harga Pertamax Papua-Maluku Tembus Rp16.650
Polres Nabire bersama Polda Papua Tengah Salurkan Bansos untuk Mama-Mama Pedagang di Tiga Pasar
Donor Darah HUT Bhayangkara ke-80, Polres Nabire Berbagi Kehidupan
HUT Pemuda GIDI ke-40 Jadi Momentum Kebersamaan Pemuda di Teluk Kimi
Anton Wambrau: Bupati Cup III Perkuat Persatuan dan Sportivitas
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:50 WIT

Kapolres Nabire Wujudkan Harapan Mama-Mama Pasar, Salurkan 30 Payung Jelang HUT Bhayangkara ke-80

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:42 WIT

Kapolda Papua Tengah Buka FGD Cinta Damai Noken 2026 di Nabire

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:09 WIT

IPMADO Soroti Euforia Piala Dunia di Tengah Duka Masyarakat Dogiyai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:50 WIT

BBM Nonsubsidi Naik, Harga Pertamax Papua-Maluku Tembus Rp16.650

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:16 WIT

Polres Nabire bersama Polda Papua Tengah Salurkan Bansos untuk Mama-Mama Pedagang di Tiga Pasar

Berita Terbaru