Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Pemerintah Kabupaten Nabire mengikuti Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional melalui video conference yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Kegiatan di Nabire berlangsung di SP 2 Kalisemen, Nabire Barat, dan dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran TNI–Polri. Sabtu (16/5/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 173/PVB, Dandim 1705/Nabire, Kapolda Papua Tengah, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang diwakili Sekda Marthen Ukago, Wakil Bupati Nabire, serta unsur Forkopimda lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Prabowo Subianto secara resmi membuka peresmian operasionalisasi KDKMP di 1.061 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena hari ini pemerintah dapat meresmikan operasionalisasi 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden menyampaikan, target awal sebanyak 1.030 titik koperasi meningkat menjadi 1.061 titik berkat kerja keras berbagai pihak.
Seluruh koperasi yang diresmikan telah memiliki bangunan fisik, pengurus, dan fasilitas operasional.
“Ini adalah prestasi besar bangsa Indonesia. Dalam waktu kurang lebih tujuh bulan sejak direncanakan pada November 2025, ribuan koperasi desa berhasil dibangun dan dioperasionalkan,” tegasnya.
Presiden juga menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai unsur strategis kedaulatan negara serta peran petani dalam sejarah perjuangan bangsa.
“Pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi unsur penting menjaga kedaulatan negara. Jika masih ada rakyat yang kesulitan pangan, saya bertanggung jawab sebagai kepala negara,” tegas Presiden.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih akan bersinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendorong perputaran ekonomi desa.
“Perputaran ekonomi di desa akan hidup. Koperasi Merah Putih menjadi penggerak kebangkitan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan hingga 30 ribu koperasi desa dapat diresmikan pada Agustus mendatang.
“Kita harus percaya diri, menjaga persatuan, dan membangun koperasi berdasarkan asas kekeluargaan demi kesejahteraan rakyat,” tutup Presiden.

Usai kegiatan, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto menyampaikan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih di Nabire dan Timika menghadapi tantangan geografis, khususnya distribusi material.
“Kendala terbesar kami adalah geografis. Distribusi material sangat bergantung pada kapal. Jika cuaca baik, sebulan bisa dua kali pengiriman, namun saat gelombang tinggi bisa hanya sekali. Ini berpengaruh pada harga material,” jelasnya.
Ia menyebut pemerintah pusat telah memahami perbedaan tersebut dan melakukan penyesuaian.
“Ke depan ini akan sangat baik karena akan bersinergi dengan program MBG dan Kampung Nelayan Merah Putih. Akan ada perputaran ekonomi nyata di desa,” ujarnya.
Sementara itu, Kasiter Korem 173/PVB Letkol Inf. Fajar Wibawa Angkasa menjelaskan bahwa Korem membantu pembangunan fisik di tujuh titik di wilayah Nabire.
“Kami membantu membangun fasilitas, namun pengelolaan tetap dikembalikan kepada masyarakat desa,” jelasnya.

Ia menyebutkan beberapa lokasi di antaranya Lagari, Wanggar, dan SP1, dengan fokus wilayah Nabire Timur.
Syarat pembangunan meliputi ketersediaan lahan minimal 600 meter persegi, jumlah penduduk memadai, serta telah terbentuk pengurus koperasi.
“Manajer koperasi sedang disiapkan melalui pendidikan. Setelah mampu operasional, akan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)












