Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Pengabdian prajurit di medan tugas bukan sekadar menjalankan perintah negara, tetapi juga menjadi bukti kesetiaan menjaga kedaulatan bangsa hingga ke wilayah terdepan.
Semangat itu terlihat dalam upacara penutupan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 4 Marinir yang berlangsung di Dermaga Pelabuhan Nabire, Kamis (21/5/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan penuh penghormatan sebagai penanda berakhirnya masa penugasan Yonif 4 Marinir di wilayah Papua Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I MRP Papua Tengah Paulina Marey, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, jajaran Forkopimda, unsur TNI-Polri, serta sejumlah pejabat instansi vertikal lainnya.
Dansatgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas para prajurit merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.
Selain menjaga keamanan wilayah perbatasan, para personel juga berperan dalam mendukung stabilitas keamanan dan membangun kedekatan dengan masyarakat selama bertugas di Papua Tengah.
Dalam amanat Pangkoops Habema yang dibacakan pada upacara tersebut, disampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel Yonif 4 Marinir atas dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan selama menjalankan tugas negara.
“Sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, kalian telah menunjukkan integritas yang tinggi, profesionalisme yang luar biasa, serta pengorbanan yang tidak ternilai,” demikian amanat Pangkoops Habema.
Pangkoops Habema juga meminta seluruh prajurit menjadikan pengalaman penugasan di Papua sebagai bekal penting untuk menghadapi tugas-tugas berikutnya.
“Jadikan seluruh pengalaman tugas di tanah Papua ini sebagai bekal berharga dan sumber motivasi yang kuat untuk menghadapi setiap tugas di masa mendatang,” lanjut amanat tersebut.
Tidak hanya itu, evaluasi selama pelaksanaan penugasan juga diharapkan menjadi dasar perbaikan dalam aspek taktik operasional, koordinasi antarinstansi, hingga pendekatan humanis kepada masyarakat agar pelaksanaan tugas Satgas Pamtas RI–PNG ke depan semakin optimal.
Dalam penutupan amanatnya, Pangkoops Habema menegaskan bahwa pengabdian prajurit TNI kepada bangsa dan negara tidak berhenti meski masa penugasan telah berakhir.
“Saya selaku Pangkoops TNI Habema dan atas nama Negara serta Tentara Nasional Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Batalyon 4 Marinir atas dedikasi dan totalitas selama menjalankan penugasan,” tutup amanat tersebut.
Momentum penutupan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 4 Marinir itu menjadi simbol penghormatan atas loyalitas prajurit yang telah menjalankan tugas negara dengan disiplin, semangat, dan pengabdian tanpa batas demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)












