Mahasiswa Papua di Surabaya Tolak DOB dan Desak Pencabutan Izin Tambang di Paniai

- Admin

Senin, 25 Mei 2026 - 22:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi mahasiswa Papua di Surabaya menyatakan penolakan terhadap rencana DOB dan aktivitas pertambangan di Paniai demi melindungi hak masyarakat adat dan lingkungan hidup. Dok_JPD. NT

Aliansi mahasiswa Papua di Surabaya menyatakan penolakan terhadap rencana DOB dan aktivitas pertambangan di Paniai demi melindungi hak masyarakat adat dan lingkungan hidup. Dok_JPD. NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Sejumlah organisasi mahasiswa Papua di Surabaya menyuarakan penolakan terhadap rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, (25/5/2026).

Melalui pernyataan sikap bersama, mereka menilai pemekaran wilayah tidak mencerminkan aspirasi masyarakat adat dan berpotensi memicu persoalan baru di tanah Papua.

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia (SMI-KP) Kota Studi Surabaya bersama IPMAPA, AMP, dan IPMANAPADODE Se-Surabaya menyampaikan sikap tersebut dalam aksi yang berlangsung di Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menegaskan bahwa perjuangan masyarakat adat harus tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pemerintah.

“Kami menolak seluruh rencana pembentukan DOB di wilayah Paniai karena tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat adat dan bertentangan dengan kepentingan rakyat,” tegas aliansi mahasiswa dalam pernyataan resminya.

Selain itu, mahasiswa secara khusus menolak pembentukan lima calon DOB, yakni Kabupaten Moni, Paniai Timur, Paniai Barat, Wedauma, dan Auyatadi. Mereka juga mendesak Kementerian Dalam Negeri serta Komisi II DPR RI menghentikan seluruh proses pemekaran di wilayah tersebut.

Di sisi lain, aliansi mahasiswa turut menyoroti aktivitas pertambangan di Paniai.

Mereka meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencabut IUPK PT Freeport serta empat izin usaha pertambangan milik PT Irja Eastern Mineral, PT Nabire Bhakti Mining, PT Kotabara Mitratama, dan PT Benliz Pasific.

Baca Juga:  Sat Lantas Nabire Salurkan Sembako, Sampaikan Belasungkawa

Menurut mahasiswa, aktivitas pertambangan tersebut mengancam lingkungan hidup dan ruang hidup masyarakat adat. Bahkan, mereka menduga sejumlah izin tambang tidak memenuhi ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan praktik gratifikasi dan penerbitan izin tambang secara sepihak oleh pejabat publik di Paniai.

Mereka menilai transparansi dan penegakan hukum harus berjalan demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, isu militerisasi di wilayah sipil turut menjadi perhatian dalam pernyataan sikap tersebut.

Mahasiswa menolak kehadiran aparat militer yang dinilai mengurangi rasa aman masyarakat serta berdampak pada penguasaan tanah adat.

Karena itu, mereka mendesak Kementerian Pertahanan mengembalikan tanah adat yang digunakan untuk pembangunan pos militer dan Kodim di Distrik Bidida dan Distrik Komopa.

Penanggung jawab aksi di Kota Studi Surabaya, Aser Kedepa, mengajak mahasiswa Papua, organisasi rakyat, gereja, aktivis HAM, dan masyarakat sipil untuk tetap bersatu mengawal perjuangan masyarakat Paniai.

Menurutnya, perjuangan menjaga hak masyarakat adat bukan hanya tentang tanah, tetapi juga tentang masa depan generasi Papua yang hidup berdampingan dengan alam dan budaya leluhur.

“Kami mendesak pemerintah pusat menghormati hak-hak masyarakat adat sebagaimana dijamin dalam UUD 1945 Pasal 18B Ayat (2),” tutup pernyataan tersebut. (*)

Penulis : Jefri D Degei

Sumber Berita: Aser kadepa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT