Satu Tahun CFD Nabire, Pelaku UMKM Usul Digelar Sabtu Sore atau Hari Minggu

- Admin

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desi, pemilik Kedai Chiryya di kawasan CFD Jalan Pepera Nabire, menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan Car Free Day. Selain mengapresiasi dampak ekonomi yang dirasakan pelaku UMKM, ia berharap jadwal CFD dapat dialihkan ke Sabtu sore atau hari Minggu serta meminta pemerintah memperbaiki lampu jalan yang tidak berfungsi di area kegiatan. Dok_Alvi NT

Desi, pemilik Kedai Chiryya di kawasan CFD Jalan Pepera Nabire, menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan Car Free Day. Selain mengapresiasi dampak ekonomi yang dirasakan pelaku UMKM, ia berharap jadwal CFD dapat dialihkan ke Sabtu sore atau hari Minggu serta meminta pemerintah memperbaiki lampu jalan yang tidak berfungsi di area kegiatan. Dok_Alvi NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Program Car Free Day (CFD) yang telah berjalan selama satu tahun di Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, mendapat apresiasi dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mereka menilai kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan membuka peluang usaha baru bagi warga.

Namun, para pedagang berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap jadwal pelaksanaan CFD agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dapat semakin meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pelaku UMKM, Desi, pemilik Kedai Chiryya yang menjual aneka jus buah, gorengan, dan pentol di kawasan Jalan Pepera, mengaku merasakan dampak positif dari pelaksanaan CFD selama ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut berhasil menghadirkan ruang usaha yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat secara langsung sehingga membantu meningkatkan penjualan produk lokal.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Gubernur Meki Nawipa dan jajarannya atas program satu tahun CFD ini. Kegiatan ini sangat membantu pelaku usaha kecil seperti kami,” ujar Desi kepada Nabireterkini.com, Sabtu (13/6/2026).

Meski demikian, Desi mengusulkan agar pelaksanaan CFD dipindahkan ke Sabtu sore atau hari Minggu.

Menurutnya, waktu tersebut lebih efektif untuk menarik kunjungan masyarakat dibandingkan pelaksanaan pada hari kerja.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar warga masih memiliki aktivitas pekerjaan dari Senin hingga Sabtu siang sehingga waktu akhir pekan menjadi momentum yang lebih ideal untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

Baca Juga:  Resmob Polres Nabire Tangkap Terduga Pelaku Curanmor di Bandara Lama

“Kalau dilaksanakan Sabtu sore atau hari Minggu, masyarakat yang datang akan lebih ramai karena bertepatan dengan waktu libur. Dengan begitu, pendapatan pedagang juga bisa lebih meningkat,” katanya.

Selain menyampaikan usulan terkait jadwal pelaksanaan, Desi juga menyoroti fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di kawasan CFD yang dinilai belum optimal, terutama saat kegiatan berlangsung hingga malam hari.

Menurutnya, sejumlah lampu jalan di sekitar lokasi berjualan tidak berfungsi sehingga area lapak pedagang menjadi gelap.

Kondisi tersebut memaksa para pelaku UMKM menggunakan lampu tambahan secara mandiri untuk menerangi tempat usaha mereka.

“Masih banyak lampu jalan yang mati di sekitar lokasi CFD. Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaikinya karena penerangan sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan pedagang maupun pengunjung,” ujarnya.

Desi berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat mempertimbangkan berbagai masukan dari pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya penyempurnaan pelaksanaan CFD ke depan.

Menurutnya, CFD telah menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pelaku UMKM dan perbaikan fasilitas pendukung akan membuat kegiatan tersebut semakin ramai, nyaman, dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, CFD di Jalan Pepera diharapkan tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi masyarakat, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat lebih besar bagi para pelaku usaha kecil di Kabupaten Nabire. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan
Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman
Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026
Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO
Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal
Kapolres Deiyai Ungkap Hasil Penyelidikan, MM Masuk Daftar Pencarian Orang
DPC APRI Nabire Perkuat Kelembagaan dan Konsep Pertambangan Bertanggung Jawab
IPMADO Nabire Soroti Kasus Dogiyai Berdarah, Minta Pengungkapan Menyeluruh
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:46 WIT

Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Ungkap Kasus dari Informasi Jaringan

Selasa, 29 September 2026 - 13:30 WIT

Sabu 3,29 Gram Dimusnahkan, Polres Nabire Ungkap Modus Pengiriman

Senin, 28 September 2026 - 22:03 WIT

Bupati Paniai Dukung Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WIT

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 September 2026 - 17:46 WIT

Situasi Kamtibmas Deiyai Kembali Kondusif, Aktivitas Warga Normal

Berita Terbaru

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung, S.Sos., menyampaikan dukungan Polda Papua Tengah terhadap penanganan perkara di Polres Deiyai. Dok_Arief NT

Berita

Polda Papua Tengah Dukung Polres Deiyai Kejar DPO

Senin, 28 Sep 2026 - 17:59 WIT