Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Program Car Free Day (CFD) yang telah berjalan selama satu tahun di Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, mendapat apresiasi dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mereka menilai kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan membuka peluang usaha baru bagi warga.
Namun, para pedagang berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap jadwal pelaksanaan CFD agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dapat semakin meningkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu pelaku UMKM, Desi, pemilik Kedai Chiryya yang menjual aneka jus buah, gorengan, dan pentol di kawasan Jalan Pepera, mengaku merasakan dampak positif dari pelaksanaan CFD selama ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut berhasil menghadirkan ruang usaha yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat secara langsung sehingga membantu meningkatkan penjualan produk lokal.
“Kami sangat mengapresiasi Bapak Gubernur Meki Nawipa dan jajarannya atas program satu tahun CFD ini. Kegiatan ini sangat membantu pelaku usaha kecil seperti kami,” ujar Desi kepada Nabireterkini.com, Sabtu (13/6/2026).
Meski demikian, Desi mengusulkan agar pelaksanaan CFD dipindahkan ke Sabtu sore atau hari Minggu.
Menurutnya, waktu tersebut lebih efektif untuk menarik kunjungan masyarakat dibandingkan pelaksanaan pada hari kerja.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar warga masih memiliki aktivitas pekerjaan dari Senin hingga Sabtu siang sehingga waktu akhir pekan menjadi momentum yang lebih ideal untuk meningkatkan jumlah pengunjung.
“Kalau dilaksanakan Sabtu sore atau hari Minggu, masyarakat yang datang akan lebih ramai karena bertepatan dengan waktu libur. Dengan begitu, pendapatan pedagang juga bisa lebih meningkat,” katanya.
Selain menyampaikan usulan terkait jadwal pelaksanaan, Desi juga menyoroti fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di kawasan CFD yang dinilai belum optimal, terutama saat kegiatan berlangsung hingga malam hari.
Menurutnya, sejumlah lampu jalan di sekitar lokasi berjualan tidak berfungsi sehingga area lapak pedagang menjadi gelap.
Kondisi tersebut memaksa para pelaku UMKM menggunakan lampu tambahan secara mandiri untuk menerangi tempat usaha mereka.
“Masih banyak lampu jalan yang mati di sekitar lokasi CFD. Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaikinya karena penerangan sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan pedagang maupun pengunjung,” ujarnya.
Desi berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat mempertimbangkan berbagai masukan dari pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya penyempurnaan pelaksanaan CFD ke depan.
Menurutnya, CFD telah menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pelaku UMKM dan perbaikan fasilitas pendukung akan membuat kegiatan tersebut semakin ramai, nyaman, dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, CFD di Jalan Pepera diharapkan tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi masyarakat, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat lebih besar bagi para pelaku usaha kecil di Kabupaten Nabire. (*)












