Sinak, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Keamanan yang terjaga memberi ruang bagi masyarakat untuk beribadah dengan tenang, beraktivitas dengan nyaman, dan membangun kehidupan yang harmonis. Karena itu, kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga memperkuat rasa percaya dan kebersamaan.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melalui patroli jalan kaki dan pengamanan ibadah Nasrani di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (14/6/2026).
Personel Satgas memulai kegiatan sekitar pukul 09.30 WIT dengan menyusuri sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk kawasan Pasar Distrik Sinak. Selanjutnya, personel melakukan pemantauan situasi secara langsung untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menjaga keamanan wilayah, personel juga menyambangi warga dan jemaat yang berada di sekitar lokasi ibadah. Melalui pendekatan dialogis, mereka membangun komunikasi yang hangat sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Tidak hanya itu, personel turut memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Kehadiran aparat di sekitar lokasi ibadah memberikan rasa tenang bagi jemaat yang mengikuti kegiatan keagamaan.
Seiring pelaksanaan patroli, personel terus berinteraksi dengan masyarakat untuk menyerap berbagai informasi terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif guna menjaga stabilitas kamtibmas secara berkelanjutan.
Kegiatan patroli dan pengamanan berlangsung aman serta kondusif. Masyarakat pun menyambut positif kehadiran personel Satgas Damai Cartenz yang dinilai mampu menghadirkan rasa aman sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjamin kebebasan masyarakat untuk menjalankan ibadah.
“Setiap warga negara berhak menjalankan ibadah dengan tenang dan khidmat. Karena itu, kami terus menghadirkan personel di tengah masyarakat guna memastikan keamanan tetap terjaga sekaligus memberikan rasa nyaman bagi seluruh jemaat,” ujar Faizal.
Menurutnya, patroli dialogis dan pendekatan humanis menjadi strategi penting dalam membangun stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Papua Tengah. Melalui komunikasi yang baik, aparat dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah munculnya potensi gangguan keamanan.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kehadiran personel dalam kegiatan keagamaan tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Melalui patroli dan pengamanan yang kami lakukan, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat. Ketika masyarakat merasa aman saat beribadah dan beraktivitas, maka kepercayaan serta sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan akan semakin kuat,” katanya.
Lebih lanjut, Adarma menilai keamanan yang terjaga akan membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk membangun kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi yang lebih baik.
Melalui patroli rutin, pengamanan kegiatan keagamaan, dan pendekatan humanis yang terus dikedepankan, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berkomitmen menjaga keamanan sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan sinergi yang terus terbangun, Papua diharapkan semakin damai, harmonis, dan sejahtera bagi seluruh warganya. (*)












