Masyarakat Nabire Keluhkan Harga LPG, Pertamina Buka Suara : Jamin Stok Aman Sebulan

- Admin

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Maluku-Papua Tengah, Muhammad Rinaldi, menjelaskan penyebab tingginya harga LPG non-subsidi di Nabire sekaligus memastikan stok LPG untuk masyarakat dalam kondisi aman hingga satu bulan ke depan. Dok_Alvi NT

Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Maluku-Papua Tengah, Muhammad Rinaldi, menjelaskan penyebab tingginya harga LPG non-subsidi di Nabire sekaligus memastikan stok LPG untuk masyarakat dalam kondisi aman hingga satu bulan ke depan. Dok_Alvi NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Masyarakat Kabupaten Nabire, Papua Tengah, masih mengeluhkan tingginya harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi yang bertahan di kisaran Rp430.000 hingga Rp435.000 per tabung 12 kilogram meskipun pasokan LPG ke daerah tersebut telah kembali normal melalui jalur distribusi langsung dari Surabaya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Maluku-Papua Tengah, Muhammad Rinaldi, menjelaskan bahwa harga LPG saat ini dipengaruhi oleh penyesuaian harga tebus resmi yang diberlakukan Pertamina sejak April 2026 serta perubahan jalur distribusi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

“Per 18 April kemarin memang harga tebus atau harga pembelian LPG mengalami kenaikan dari harga sebelumnya. Pada saat waktu tersebut, kita juga ada alih suplai ke Jayapura.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga pada saat kembali ke Surabaya, dari angka kenaikan itu kita sesuaikan dengan peningkatan harga dari Pertamina,” kata Rinaldi, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, harga LPG non-subsidi berbeda dengan LPG bersubsidi karena mengikuti mekanisme pasar dan berbagai faktor eksternal yang memengaruhi biaya distribusi maupun harga energi dunia.

Rinaldi menjelaskan bahwa perubahan harga LPG ke depan akan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta perkembangan kondisi pasar global.

“Harga LPG dan harga BBM itu fluktuatif dan dinamis setiap waktunya. Kementerian ESDM yang menentukan harganya. Kalau kondisi geopolitik, harga gas dunia, dan harga BBM dunia turun, tentu nanti akan dilakukan penyesuaian,” ujarnya.

Baca Juga:  AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra

Meski demikian, Pertamina memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG di Nabire. Saat ini, pasokan LPG untuk wilayah Nabire berada dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.

Berdasarkan data Pertamina, konsumsi harian LPG non-subsidi di Kabupaten Nabire, baik untuk tabung 12 kilogram maupun 5,5 kilogram, mencapai sekitar 300 tabung per hari.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pertamina telah menyiapkan stok yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama tiga hingga empat minggu ke depan.

“Kalau stok kami terus bertahan untuk tiga minggu hingga empat minggu di Kabupaten Nabire. Tidak perlu khawatir karena kontainer dari Surabaya ke Nabire datang setiap minggu dan distribusinya berjalan lancar. Kami juga terus menambah pasokan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Pertamina juga memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebutuhan LPG di Kabupaten Nabire guna menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

Dengan pasokan yang terjaga dan distribusi yang berjalan rutin setiap pekan, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok LPG di Kabupaten Nabire dalam kondisi aman dan terkendali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Audit Kerugian Negara Jadi Kunci Penyidikan Kasus RSUD Nabire
Kepala Kampung Wahariah: Sumur Bor Jawab Kesulitan Air Bersih Warga
Pemkab Nabire Apresiasi Yonif TP 804/DBAY Bangun Sumur Bor di Kampung Wahariah
Komitmen TNI AD, Yonif TP 804/DBAY Bangun Sumur Bor di kampung wahariah
Dinkes Papua Tengah Gelar Workshop Darurat Maternal Neonatal Demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
413 Atlet Ramaikan Turnamen Badminton Kapolda Papua Tengah Cup 2026
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Percobaan Pemerkosaan di Wanggar Makmur
PTS Nabire Desak Kolaborasi Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:31 WIT

Audit Kerugian Negara Jadi Kunci Penyidikan Kasus RSUD Nabire

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:20 WIT

Kepala Kampung Wahariah: Sumur Bor Jawab Kesulitan Air Bersih Warga

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:22 WIT

Pemkab Nabire Apresiasi Yonif TP 804/DBAY Bangun Sumur Bor di Kampung Wahariah

Senin, 22 Juni 2026 - 23:58 WIT

Komitmen TNI AD, Yonif TP 804/DBAY Bangun Sumur Bor di kampung wahariah

Senin, 22 Juni 2026 - 19:23 WIT

Dinkes Papua Tengah Gelar Workshop Darurat Maternal Neonatal Demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Berita Terbaru