PTS Nabire Desak Kolaborasi Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah

- Admin

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Papua Trada Sampah (PTS) Nabire, Jerry Oliver Simunapendi, bersama relawan EcoNusa Jayapura saat menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Nabire, Sabtu (20/6/2026). PTS Nabire berharap adanya kolaborasi dan fasilitasi dari pemerintah untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dok_Alvi NT

Koordinator Papua Trada Sampah (PTS) Nabire, Jerry Oliver Simunapendi, bersama relawan EcoNusa Jayapura saat menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Nabire, Sabtu (20/6/2026). PTS Nabire berharap adanya kolaborasi dan fasilitasi dari pemerintah untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dok_Alvi NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkin.com – Persoalan sampah di Kabupaten Nabire masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak. Di tengah meningkatnya volume sampah di ruang-ruang publik, kesadaran masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai masih rendah.

Kondisi tersebut terlihat saat Komunitas Papua Trada Sampah (PTS) Nabire berkolaborasi dengan EcoNusa Jayapura menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Nabire, Sabtu (20/6/2026).

Di tengah hamparan sampah yang berserakan di pesisir pantai, jumlah relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut terbilang sangat terbatas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator PTS Nabire, Jerry Oliver Simunapendi, mengatakan aksi bersih-bersih tersebut merupakan kegiatan ketiga yang berhasil dilaksanakan komunitasnya sepanjang tahun 2026.

Menurut Jerry, keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi komunitas dalam menggelar kegiatan secara rutin. Sebagian anggota PTS Nabire memiliki kesibukan yang berbeda-beda, mulai dari bekerja di wilayah pedalaman hingga menjalani aktivitas sebagai mahasiswa.

“Kami baru bisa membuat aksi bersih-bersih untuk ketiga kalinya tahun ini karena kesibukan anggota. Ada yang bekerja di pedalaman, ada yang berstatus mahasiswa, dan kesibukan lainnya. Jadi kami menyesuaikan waktu luang teman-teman,” ujar Jerry kepada wartawan usai kegiatan.

Dalam aksi kolaborasi tersebut, PTS Nabire hanya diwakili oleh tiga orang relawan, sementara EcoNusa Jayapura mengirimkan satu orang perwakilan. Meski jumlah peserta terbatas, kegiatan tetap berlangsung sebagai bentuk komitmen terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Nabire.

Jerry mengaku bersyukur karena aksi tersebut tetap terlaksana. Namun, ia juga menyayangkan minimnya partisipasi masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih. Namun di sisi lain, kami melihat dari sekian banyak masyarakat di Nabire, ternyata hanya beberapa saja yang memiliki jiwa sosial dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Baca Juga:  GPMI-I Serukan Dialog Damai dan Penanganan Krisis Kemanusiaan di Intan Jaya

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab komunitas lingkungan atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan akibat sampah pada akhirnya akan dirasakan bersama.

“Sampah ini masalah kita semua. Kalau terjadi sesuatu yang buruk dengan alam, kita juga yang akan kena dampaknya. Mari jaga sama-sama kita punya alam supaya alam juga menjaga kita,” tegas Jerry.

Selain mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, PTS Nabire juga berharap adanya perhatian yang lebih besar dari Pemerintah Kabupaten Nabire terhadap komunitas-komunitas lingkungan yang selama ini bergerak secara mandiri.

Jerry menjelaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan PTS Nabire hingga saat ini masih berjalan menggunakan dana swadaya dari para anggota.

Kondisi tersebut membuat ruang gerak komunitas menjadi terbatas dalam menjalankan berbagai program lingkungan.

Meski demikian, PTS Nabire menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta bantuan dana secara langsung. Sebaliknya, mereka berharap pemerintah dapat membangun sistem kolaborasi dan fasilitasi yang berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan sampah di daerah.

“Kami berharap ada kolaborasi dan kerja sama ke depan. Kami tidak meminta bantuan uang, tetapi bantuan solusi dan fasilitasi. Bagaimana agar sampah-sampah ini bisa dikelola lagi dengan baik daripada hanya dibuang dan dipindahkan ke tempat lain,” ujarnya.

PTS Nabire meyakini bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan sesaat.

Diperlukan sistem pengelolaan yang terintegrasi, edukasi kepada masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat agar persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan.

Melalui aksi sederhana di Pantai Nabire, komunitas tersebut berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus tumbuh.

Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang. (*)

Penulis : Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Kericuhan Warnai Penyaluran Dana Desa di Puncak, Polisi Perkuat Pengamanan
TPNPB Klaim Aparat Masuk Gereja Saat Ibadah di Wuloni, Minta Hormati Kebebasan Beragama
IPSPJ Gelar Rapat Persiapan Penggalangan Dana Natal dan Program ADEM
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIT

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:27 WIT

KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:26 WIT

Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas

Berita Terbaru