Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

- Admin

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontingen Kabupaten Puncak Jaya menampilkan berbagai kerajinan budaya, termasuk noken dan kalung tradisional, pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Alvi NT

Kontingen Kabupaten Puncak Jaya menampilkan berbagai kerajinan budaya, termasuk noken dan kalung tradisional, pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Alvi NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Semangat melestarikan budaya dan meraih prestasi ditunjukkan para pelajar asal Kabupaten Puncak Jaya dalam ajang Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Bandara Lama Nabire, 24–27 Juni 2026.

Melalui berbagai cabang lomba dan pameran budaya, kontingen Puncak Jaya berupaya menampilkan kreativitas generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat Papua Tengah.

Guru pendamping dari SMA Mulia dan SMKN Agronistek Kabupaten Puncak Jaya, Suswati, mengatakan para pelajar mengikuti sejumlah perlombaan, mulai dari tari kreasi, fashion show, kuliner, pameran stan, bertutur cerita rakyat, hingga musik akustik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keikutsertaan dalam festival tersebut tidak semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Puncak Jaya kepada masyarakat luas.

“Kami datang ke Nabire untuk mengikuti Festival Pelajar Papua Tengah 2026. Dalam kegiatan ini kami mengikuti beberapa perlombaan seperti tari kreasi, fashion show, kuliner, pameran stan, cerita rakyat, dan musik akustik.

Melalui festival ini kami ingin menunjukkan kreativitas pelajar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Puncak Jaya,” ujar Suswati.

Selain mengikuti perlombaan, kontingen Puncak Jaya juga menampilkan berbagai hasil karya budaya dan kerajinan tradisional dalam stan pameran yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Berbagai produk yang dipamerkan antara lain kalung tradisional hasil karya pelajar serta noken dengan beragam motif, model, dan ukuran yang ditawarkan dengan harga mulai Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.

Suswati menjelaskan, seluruh produk yang dipamerkan merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Puncak Jaya yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Baca Juga:  Mesak Magai Soroti ASN yang Minta Jabatan Tak Sesuai Pangkat

“Kami memamerkan kalung tradisional hasil karya pelajar, serta berbagai jenis noken dengan beragam motif, model, dan ukuran.

Produk-produk ini merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Puncak Jaya yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda,” katanya.

Ia berharap keikutsertaan dalam festival tersebut dapat memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Puncak Jaya di tingkat provinsi.

“Harapan kami tentu Kabupaten Puncak Jaya dapat memberikan yang terbaik dan membawa pulang gelar juara. Namun yang paling penting adalah para pelajar memperoleh pengalaman, menambah wawasan, dan semakin bangga terhadap budaya daerahnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Suswati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang terus memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan melalui berbagai program yang dijalankan.

Ia menilai program pendidikan gratis yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas perhatian dan dukungannya terhadap program pendidikan gratis bagi delapan kabupaten di Papua Tengah. Program ini sangat membantu masyarakat dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tuturnya.

Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, mempererat persaudaraan antarpelajar, serta memperkuat upaya pelestarian budaya lokal sebagai identitas masyarakat Papua Tengah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya
Puncak Jaya Kenalkan Bakar Batu Ramah Keberagaman di Festival Budaya
Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah
Rp77,84 Miliar Disiapkan untuk Pendidikan Gratis di Papua Tengah
Tari Kreasi hingga Musik Akustik Meriahkan Festival Pelajar Papua Tengah
Gubernur Meki Nawipa Ajak Pelajar Papua Tengah Jaga Budaya dan Jauhi Narkoba
Tim Resmob Polres Nabire Ungkap Dugaan Penguasaan Motor Hasil Pencurian
Dari Bunyi Triton Menuju Pendidikan, Pesan Mendalam di Festival Pelajar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:02 WIT

Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:54 WIT

Puncak Jaya Kenalkan Bakar Batu Ramah Keberagaman di Festival Budaya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:34 WIT

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:46 WIT

Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:57 WIT

Rp77,84 Miliar Disiapkan untuk Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Berita Terbaru

Kepala SMA Negeri 1 Deiyai, Mariana Adi, S.Pd.K., mendampingi para pelajar menampilkan kuliner tradisional bakar batu pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Arief NT

Berita

Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya

Jumat, 26 Jun 2026 - 01:02 WIT

Kontingen Kabupaten Puncak Jaya menampilkan berbagai kerajinan budaya, termasuk noken dan kalung tradisional, pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Alvi NT

Berita

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:34 WIT