Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya

- Admin

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMA Negeri 1 Deiyai, Mariana Adi, S.Pd.K., mendampingi para pelajar menampilkan kuliner tradisional bakar batu pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Arief NT

Kepala SMA Negeri 1 Deiyai, Mariana Adi, S.Pd.K., mendampingi para pelajar menampilkan kuliner tradisional bakar batu pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Arief NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Kontingen Kabupaten Deiyai menampilkan kuliner tradisional bakar batu pada hari kedua Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Bandara Lama, Jalan Jenderal Sudirman, Nabire.

Penampilan kuliner khas tersebut menjadi bagian dari upaya pelajar dan tenaga pendidik Kabupaten Deiyai dalam memperkenalkan serta melestarikan budaya lokal kepada generasi muda dan masyarakat Papua Tengah.

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Deiyai, Mariana Adi, S.Pd.K., mengatakan bahwa dirinya mendampingi para siswa dalam mengikuti lomba kuliner yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan festival.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keikutsertaan para pelajar dalam kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dalam memahami dan mempertahankan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Hari ini kami mengikuti kegiatan kuliner dengan menampilkan tradisi bakar batu. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada para siswa bagaimana budaya yang diwariskan oleh orang tua dan leluhur tetap dijaga serta dilestarikan hingga masa depan,” ujar Mariana.

Ia menjelaskan, sajian utama yang ditampilkan kontingen Deiyai adalah menu tradisional bakar batu dengan bahan utama daging babi serta petatas atau ubi jalar yang dalam bahasa setempat dikenal dengan sebutan nota.

Baca Juga:  Apel dan Pawai Kebangsaan BMP RI di Nabire, Perkuat Persatuan Papua Tengah

Selain menyiapkan makanan tradisional, para pelajar juga terlibat langsung dalam proses penyajian berbagai hidangan yang ditampilkan kepada para pengunjung dan peserta festival.

Mariana menilai Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah merupakan wadah penting bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mempertahankan budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Menurutnya, program yang digagas Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah tersebut memberikan ruang bagi seluruh kabupaten untuk menampilkan identitas budaya masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua Tengah dan Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Papua Tengah yang telah menghadirkan program ini. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mendukung pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya di kalangan pelajar,” katanya.

Ia berharap Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana mempererat persaudaraan antarpelajar sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Papua bagi generasi mendatang.

Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 diikuti pelajar dari delapan kabupaten dan menampilkan berbagai perlombaan serta pameran budaya yang menjadi representasi keberagaman budaya di Papua Tengah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebanyak 32 Tim Ramaikan Mobile Legends Kapolres Cup 2026
Puncak Jaya Kenalkan Bakar Batu Ramah Keberagaman di Festival Budaya
Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya
Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah
Rp77,84 Miliar Disiapkan untuk Pendidikan Gratis di Papua Tengah
Tari Kreasi hingga Musik Akustik Meriahkan Festival Pelajar Papua Tengah
Gubernur Meki Nawipa Ajak Pelajar Papua Tengah Jaga Budaya dan Jauhi Narkoba
Tim Resmob Polres Nabire Ungkap Dugaan Penguasaan Motor Hasil Pencurian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:16 WIT

Sebanyak 32 Tim Ramaikan Mobile Legends Kapolres Cup 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:02 WIT

Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:54 WIT

Puncak Jaya Kenalkan Bakar Batu Ramah Keberagaman di Festival Budaya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:34 WIT

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:46 WIT

Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah

Berita Terbaru

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu membuka Turnamen Esports Mobile Legends Kapolres Cup di Aula Laghawa Wicaksana Polres Nabire, Kamis (25/6/2026), dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80. Dok_Alvi NT

Berita

Sebanyak 32 Tim Ramaikan Mobile Legends Kapolres Cup 2026

Jumat, 26 Jun 2026 - 01:16 WIT

Kepala SMA Negeri 1 Deiyai, Mariana Adi, S.Pd.K., mendampingi para pelajar menampilkan kuliner tradisional bakar batu pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Arief NT

Berita

Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya

Jumat, 26 Jun 2026 - 01:02 WIT

Kontingen Kabupaten Puncak Jaya menampilkan berbagai kerajinan budaya, termasuk noken dan kalung tradisional, pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Alvi NT

Berita

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:34 WIT