Dari Gagasan Sederhana, Turnamen Futsal Anak Hadir di Nabire

- Admin

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Panitia sekaligus penyelenggara Barana Cendrawasih Junior Futsal Cup VI U-13, Imron Rumawi, saat diwawancarai Nabireterkini.com di Sport Center Karya Papua, Jalan Kalibobo, Distrik Nabire, Kamis (14/5/2026). Turnamen tersebut menjadi wadah pembinaan talenta muda futsal di Kabupaten Nabire. Dok_NT

Ketua Panitia sekaligus penyelenggara Barana Cendrawasih Junior Futsal Cup VI U-13, Imron Rumawi, saat diwawancarai Nabireterkini.com di Sport Center Karya Papua, Jalan Kalibobo, Distrik Nabire, Kamis (14/5/2026). Turnamen tersebut menjadi wadah pembinaan talenta muda futsal di Kabupaten Nabire. Dok_NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Semangat membina generasi muda Papua Tengah lahir dari sebuah gagasan sederhana di Masjid Baiturrahman.

Dengan tekad dan kepedulian terhadap perkembangan anak-anak, SSB Barana Cendrawasih menghadirkan “Barana Cendrawasih Junior Futsal Cup VI U-13 Talenta Emas Nabire” di Lapangan Sport Center Futsal Karya Papua, Jalan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Turnamen tersebut menjadi ruang bagi anak-anak usia 13 tahun untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan mimpi menjadi atlet masa depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia sekaligus penyelenggara kegiatan, Imron Rumawi, mengatakan dirinya menginisiasi turnamen itu setelah melihat perkembangan permainan anak-anak di Nabire yang terus meningkat.

“Saya lihat anak-anak kecil di Nabire punya kemampuan yang bagus dan menarik ditonton. Karena itu, saya pikir mereka juga harus punya wadah untuk berkembang,” ujarnya.

Ia kemudian menyusun kegiatan tersebut hanya dalam waktu tiga hari bersama para pemuda yang ikut membantu sebagai panitia.

Selain itu, Imron menggunakan dana pribadi demi memastikan turnamen tetap berjalan sesuai rencana.

“Saya kumpulkan anak-anak untuk jadi panitia dan kami kerja bersama supaya kegiatan ini bisa terlaksana,” katanya.

Awalnya, panitia menjadwalkan pertandingan dimulai pada Senin.

Namun, aksi demonstrasi yang terjadi di Nabire membuat jadwal harus berubah.

Karena itu, pertandingan baru dimulai pada Selasa dan terus berlangsung hingga Kamis. Sementara laga final dijadwalkan berlangsung pada Minggu mendatang.

Baca Juga:  ESDM PT: Suplai LPG dan BBM Lancar, Isu Kelangkaan Tak Terbukti

Sebanyak 24 tim ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Bahkan beberapa peserta datang dari wilayah yang cukup jauh seperti Yaro dan Muko-Muko.

Meski harus menempuh perjalanan panjang, semangat para pemain muda tetap terlihat tinggi selama pertandingan berlangsung.

Turnamen ini juga menyediakan hadiah pembinaan bagi para juara. Panitia menyiapkan Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta bagi juara kedua, Rp3 juta untuk juara ketiga, dan Rp2 juta untuk juara keempat.

Selain itu, panitia memberikan penghargaan khusus untuk pemain terbaik, kiper terbaik, dan tim terbaik lengkap dengan uang pembinaan, piala, serta piagam penghargaan.

Imron berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga usia dini di Nabire.

Menurutnya, anak-anak Papua memiliki potensi besar jika mendapat dukungan dan kesempatan yang tepat.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat potensi anak-anak ini dan menghadirkan lebih banyak event pembinaan setiap tahun,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa SSB Barana Cendrawasih akan terus menghadirkan turnamen futsal usia dini sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di Papua Tengah.

Di tengah keterbatasan, semangat sederhana itu kini berubah menjadi harapan besar.

Sorak-sorai anak-anak di lapangan futsal bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang mimpi yang mulai tumbuh dari Nabire untuk masa depan Papua. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEM Fisip Uncen Klaim Kebijakan Dekan FK Uncen : Diskriminatif dan Cederai Hak Pendidikan OAP
Rektor USWIM Dorong Pelestarian Bahasa Papua Lewat Seminar Internasional
Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua
Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Sinak
Peredaran Ganja di Nabire Terbongkar, Dua Pelaku Diamankan
OD Alias IK Ditangkap Terkait Kasus Kerusuhan di Dogiyai
Nancy Raweyai: Papua Bukan Tanah Kosong, Hak Adat Harus Dihormati
Nobar “Pesta Babi” di Asrama Puncak Nabire, Norton Karubuy: Film Ini Buka Kesadaran Generasi Papua tentang Hak Masyarakat Adat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:33 WIT

Dari Gagasan Sederhana, Turnamen Futsal Anak Hadir di Nabire

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:55 WIT

BEM Fisip Uncen Klaim Kebijakan Dekan FK Uncen : Diskriminatif dan Cederai Hak Pendidikan OAP

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:49 WIT

Rektor USWIM Dorong Pelestarian Bahasa Papua Lewat Seminar Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:08 WIT

Nobar ” Pesta Babi” Di Asrama Puncak Nabire Berjalan Sukses dan Aman. Meki Tebai : Film Pesta Babi Bangkitkan Kesadaran Anak Muda Papua

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:07 WIT

Peredaran Ganja di Nabire Terbongkar, Dua Pelaku Diamankan

Berita Terbaru