Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Festival Cahaya Kreasi Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 resmi digelar di Lapangan Bandara Lama, Jalan Jend Sudirman, sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta pelestarian budaya bagi generasi muda Papua Tengah.
Kegiatan yang bersumber dari APBD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah tersebut dilaksanakan pada Rabu, 24/6/2026.
Ketua Panitia, Deni Tenouye, mengatakan pelaksanaan festival ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan pentingnya pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berilmu, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Selain itu, festival ini juga mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua yang menitikberatkan pada perlindungan, pemberdayaan, dan pengembangan Orang Asli Papua.
“Festival ini menjadi sarana bagi pelajar untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya dan identitas daerah,” ujar Deni Tenouye dalam laporannya saat pembukaan kegiatan.
Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah 2026 diikuti peserta dari delapan kabupaten, yakni Kabupaten Nabire, Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
Berbagai cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, antara lain lomba tari kreasi, musik akustik lokal, pameran stan budaya dan pendidikan, serta lomba bertutur cerita yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Papua.
Panitia juga menyiapkan sejumlah penghargaan bagi para pemenang. Juara pertama pada masing-masing kategori lomba memperoleh hadiah sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.
Selain itu, panitia menyediakan hadiah juara umum sebesar Rp25 juta bagi kabupaten dengan perolehan nilai terbaik selama festival berlangsung.
Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta, panitia juga memberikan dana pembinaan sebesar Rp4 juta kepada tujuh kabupaten yang tidak meraih gelar juara umum. Sementara itu, peserta perorangan memperoleh uang pembinaan masing-masing sebesar Rp1 juta.
Deni Tenouye menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, para sponsor, kepala sekolah, guru pendamping, pihak keamanan, serta seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, mempererat persaudaraan antarpelajar, serta menjaga warisan budaya Papua agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (*)












