Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp77,84 miliar untuk membiayai pendidikan gratis bagi 58.920 siswa SMA, SMK, SLB, serta penghuni asrama sekolah di seluruh Papua Tengah.
Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, saat membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah Tahun 2026 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Rabu (24/6/2026).
Menurut Meki Nawipa, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi penerus sekaligus masa depan pembangunan Papua Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berupaya memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
“Tahun 2026 Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp77,84 miliar untuk membiayai pendidikan bagi 58.920 siswa SMA, SMK, SLB, serta asrama sekolah di seluruh Papua Tengah. Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak Papua Tengah,” ujar Meki Nawipa.
Ia menjelaskan, program pendidikan gratis tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah-wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan angka partisipasi sekolah di seluruh kabupaten di Papua Tengah.
Meki menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak-anak Papua Tengah yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya.
“Tidak ada alasan untuk tidak sekolah. Pemerintah hadir dan memberikan dukungan penuh agar setiap anak Papua Tengah memperoleh pendidikan yang baik demi masa depan mereka,” tegasnya.
Tidak hanya fokus pada peserta didik, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui program sertifikasi guru.
Pada tahun sebelumnya, sebanyak 801 guru telah memperoleh sertifikasi. Sementara pada tahun 2026, pemerintah kembali menyiapkan kuota bagi 1.000 guru untuk mengikuti program yang sama.
Menurut Meki, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas.
“Ketika siswa mendapat pendidikan gratis dan guru memperoleh dukungan serta peningkatan kesejahteraan, maka kualitas pendidikan akan semakin baik. Inilah fondasi utama untuk membangun Papua Tengah yang maju,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak para pelajar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga disiplin, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, kejujuran, dan semangat untuk terus berkembang.
Melalui program pendidikan gratis dan peningkatan kualitas tenaga pendidik, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap dapat mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah pada masa mendatang.
Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai investasi strategis bagi kemajuan Papua Tengah. (*)












