Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Dari ujung timur Indonesia, inovasi digital kembali lahir dan membawa harapan baru bagi transparansi program nasional. Anak-anak muda Papua di Kabupaten Nabire menghadirkan aplikasi “Siap MBG”, sebuah sistem yang mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh, terukur, dan terbuka.
Penyampaian ini berlangsung di Cafe Emerald, Jalan Merdeka, Oyehe, Distrik Nabire, Sabtu (18/4/2026), saat Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Nabire, Marsel, memberikan keterangan kepada awak media.
Marsel menggagas langsung inovasi tersebut. Selanjutnya, ia mengajak putra-putri terbaik Papua, khususnya Nabire, untuk mewujudkan ide tersebut menjadi solusi nyata berbasis teknologi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin memastikan program MBG berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Karena itu, kami menghadirkan sistem yang mampu mengawasi seluruh proses dari awal hingga akhir,” tegas Marsel.
Lebih jauh, aplikasi Siap MBG mencatat dan mengontrol seluruh alur program. Sistem ini memantau pergerakan dana sejak masuk ke rekening, mengawasi proses pembelanjaan di tingkat masyarakat, hingga memastikan makanan diproduksi dengan baik di dapur. Selain itu, aplikasi ini juga membantu mengontrol kinerja tenaga kerja secara harian.
Tidak hanya itu, Marsel memastikan pihaknya akan membuka akses aplikasi tersebut kepada publik. Dengan langkah ini, masyarakat dapat memantau langsung perkembangan program MBG, termasuk transparansi penggunaan anggaran.
“Ke depan, masyarakat bisa mengakses secara langsung. Jadi publik tidak hanya menerima informasi, tetapi juga melihat sendiri bagaimana anggaran dikelola,” jelasnya.
Sementara itu, di balik inovasi ini, tersimpan kisah kuat tentang semangat anak-anak Papua yang memilih pulang untuk membangun tanah kelahirannya. Mereka lahir dan besar di Nabire, menempuh pendidikan hingga ke luar daerah bahkan luar negeri, lalu kembali dengan membawa pengetahuan dan pengalaman.
Namun demikian, mereka belum selalu mendapatkan ruang untuk berkarya. Melihat kondisi tersebut, Marsel mengambil langkah dengan merangkul mereka dan mengajak terlibat dalam proyek strategis ini.
“Saya percaya mereka memiliki kapasitas besar. Karena itu, saya mengajak mereka bekerja bersama untuk menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Tim pengembang terdiri dari talenta muda dengan latar belakang teknologi informasi. Bahkan, salah satu di antaranya memiliki pengalaman belajar di lingkungan perusahaan teknologi global. Meski identitas mereka belum dipublikasikan, kontribusi mereka mulai menunjukkan dampak nyata.
Dengan hadirnya Siap MBG, Nabire tidak hanya menjalankan program nasional, tetapi juga tampil sebagai pusat inovasi dari Papua. Aplikasi ini sekaligus menjawab kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, khususnya dalam program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Pada akhirnya, inovasi ini menegaskan bahwa Papua mampu melahirkan solusi besar untuk Indonesia. Dari dapur sederhana hingga sistem digital yang terintegrasi, semua bergerak dalam satu tujuan: memastikan setiap anak mendapatkan makanan bergizi melalui proses yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab. (*)












