DOB Moni Disebut Peluang Besar bagi Generasi Muda Timur Paniai

- Admin

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat Suku Moni saat menggelar pertemuan di Kampung Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, terkait dukungan terhadap DOB Moni. Dok_Istimewa. NT

Tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat Suku Moni saat menggelar pertemuan di Kampung Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, terkait dukungan terhadap DOB Moni. Dok_Istimewa. NT

NABIRE, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Rencana aksi mimbar bebas yang akan digelar kelompok Solidaritas Mahasiswa-Mahasiswi asal Paniai di Nabire memicu reaksi tegas dari para tokoh Suku Moni.

Aksi tersebut memuat agenda penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Paniai, sementara masyarakat Suku Moni saat ini tengah memperjuangkan pembentukan DOB Kabupaten Moni dari kabupaten induk Paniai.

Respons tegas itu mengemuka dalam pertemuan warga Suku Moni yang berlangsung di Kampung Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, Minggu (17/5/2026). Pertemuan tersebut menghadirkan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga kaum intelektual Suku Moni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, para tokoh masyarakat menegaskan bahwa pemekaran Kabupaten Moni menjadi solusi penting untuk menjawab ketertinggalan pembangunan yang selama ini dirasakan masyarakat di wilayah Timur Paniai.

Mereka menilai perjuangan DOB Moni bukan aspirasi baru, melainkan perjuangan panjang yang telah berlangsung selama 25 tahun sejak tahun 2000.

Tokoh Pemuda Suku Moni sekaligus Koordinator Pemekaran DOB Moni Wilayah Paniai, Yudas Zonggonau, menilai aksi penolakan yang dilakukan sejumlah kelompok mahasiswa di Nabire, Paniai, Timika, dan Jayapura tidak perlu dilakukan.

Menurutnya, DOB Moni telah memenuhi syarat dan menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembangunan serta mengejar ketertinggalan daerah.

Baca Juga:  Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam atas Penembakan Pekerja Jalan di Tolikara, Dugaan Pelaku Masih Didalami

“DOB Moni hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pemekaran ini menjadi jalan agar pelayanan pemerintahan dan pembangunan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Moni, Aten Kobogau.

Ia meminta pemerintah segera memperhatikan kondisi masyarakat Suku Moni melalui realisasi pemekaran Kabupaten Moni.

“Kami juga ingin melihat dan merasakan kemajuan. Kabupaten Moni dimekarkan agar pembangunan dapat segera menjangkau wilayah-wilayah dan warga yang selama ini terisolasi,” tegasnya.

Aten juga mengingatkan agar tidak ada pihak mana pun yang mencoba menghambat proses pemekaran Kabupaten Moni yang saat ini sedang berjalan.

Sementara itu, tokoh muda intelektual Suku Moni, Tendius Zonggonau, menilai DOB Moni akan membuka peluang besar bagi generasi muda, terutama dalam bidang ekonomi dan ketenagakerjaan.

Menurutnya, pemekaran daerah akan menghadirkan peluang kerja baru bagi masyarakat di lima distrik wilayah Timur Paniai yang mayoritas dihuni Suku Moni dan Suku Mee.

Di akhir pertemuan, Tendius meminta kelompok-kelompok yang mengatasnamakan mahasiswa agar menghentikan berbagai gerakan yang dinilai dapat mengganggu proses administrasi DOB Moni.

“Perjuangan ini lahir dari aspirasi masyarakat yang sudah diperjuangkan puluhan tahun. Karena itu, semua pihak perlu menghormati proses yang sedang berjalan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah
Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya
Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas
Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102
Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu yang Mengatasnamakan Banggar
KNPB Sentani Serukan Aksi Nasional 15 Agustus, Dorong Penyampaian Aspirasi Secara Damai
Anev Semester I, Polda Papua Tengah Catat 1.755 Gangguan Kamtibmas
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:00 WIT

KNPB Nabire Siapkan Aksi 15 Agustus, Massa Direncanakan Longmarch ke DPR Papua Tengah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:23 WIT

Peduli Pengungsi, Misael Sondegau Bagikan Sembako di Intan Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:15 WIT

Fransiskus Magai: Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Sumber Jelas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Dialog untuk Selesaikan Persoalan Tambang KM 95 dan KM 102

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:53 WIT

Aspirasi Simapitowa Meepago Dibahas, DPR Papua Tengah Dorong Penegakan Hukum Tepat Sasaran

Berita Terbaru