Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Keberanian seorang warga melawan aksi kriminal kembali membuktikan bahwa keteguhan hati mampu mematahkan niat kejahatan.
Seorang pelaku begal di Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, gagal membawa kabur hasil aksinya setelah korban melakukan perlawanan saat diserang menggunakan parang, Jumat (22/5/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.50 WIT di wilayah Kampung Baru Kalisemen Jalur 3, Distrik Nabire Barat. Korban diketahui bernama La Ode Ega (49), seorang petani yang saat itu tengah mengendarai sepeda motor Honda CRF miliknya untuk menjemput anaknya di sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, saat melintas di lokasi kejadian, pelaku bernama Agus Gobai tiba-tiba keluar dari semak-semak sambil membawa parang dan langsung menghadang korban. Pelaku kemudian mengayunkan parang ke arah korban hingga menyebabkan luka di bagian bawah telinga kiri dan dagu sebelah kanan.
Meski mengalami luka, korban tetap berusaha mempertahankan diri. Korban lalu merebut parang milik pelaku hingga terjadi perkelahian di lokasi kejadian. Dalam perebutan senjata tajam tersebut, parang diduga mengenai bagian perut pelaku hingga mengakibatkan luka tusuk.
Setelah itu, pelaku sempat membawa kabur sepeda motor milik korban.
Akan tetapi, sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian, pelaku terjatuh dari motor yang dibawanya. Korban kemudian meminta pertolongan warga sekitar hingga masyarakat berdatangan dan segera menghubungi aparat kepolisian.
Merespons laporan masyarakat, personel Polsek Nabire Barat bersama tim Opsnal Sat Reskrim Polres Nabire langsung bergerak cepat menuju lokasi dan RSUD Nabire.
Tim dipimpin Kasat Reskrim Polres Nabire IPTU Bogi Transtanto, S.H., didampingi Kanit Resmob BRIPKA Herianto N., S.E., untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait insiden tersebut.
Saat ini, pelaku masih menjalani perawatan medis di RSUD Nabire akibat luka tusuk pada bagian perut sebelah kiri. Sementara itu, polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda CRF milik korban sebagai barang bukti.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian guna mendalami seluruh rangkaian kejadian dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan saat berkendara tetap penting dijaga, terutama ketika melintas di jalur yang sepi.
Di sisi lain, respons cepat masyarakat dan aparat kepolisian menunjukkan kuatnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. (*)












