Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Semangat persaudaraan, pelayanan, dan pengabdian menjadi nilai yang terus hidup dalam perjalanan panjang Misi Katolik di Tanah Papua.
Momentum peringatan 132 tahun masuknya Misi Katolik pun mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Partai Buruh Provinsi Papua Tengah.
Exco Partai Buruh Provinsi Papua Tengah bersama jajaran Dewan Pengurus Wilayah secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 132 tahun masuknya Misi Katolik di Tanah Papua yang diperingati pada Jumat (21/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pernyataannya, Exco Partai Buruh Papua Tengah mengangkat tema “Umat Allah yang Bersekutu, Mandiri, dan Misioner” sebagai refleksi atas perjalanan panjang iman Katolik yang terus tumbuh dan berkembang di Tanah Papua sejak tahun 1894.
Sekretaris Eksekutif Partai Buruh sekaligus Ketua FSBPI Papua Tengah, Menase Ugedi Degei, menegaskan komitmen untuk terus berjalan bersama Gereja dan seluruh masyarakat Papua dalam membangun kehidupan yang beriman dan sejahtera.
“Bersama Gereja, bersama Rakyat Papua, kita bangun Tanah Papua yang beriman, berkeadilan, dan sejahtera,” ujar Menase Ugedi Degei.
Selain itu, ia juga mengajak para penggiat dan pemerhati petani di Papua Tengah agar terus menjaga semangat pengabdian, persatuan, dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ucapan selamat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Exco Partai Buruh Papua Tengah, Hanok Pigai, bersama Sekretaris Exco Papua Tengah, Menase Ugedi Degei.
Peringatan 132 tahun Misi Katolik sendiri menjadi momentum penting bagi umat Katolik di Papua untuk mengenang sejarah masuknya misionaris Jesuit, Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville, di Pelabuhan Sekru, Fakfak, pada 19 hingga 22 Mei 1894.
Sejak saat itu, pelayanan gereja terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta pembinaan iman masyarakat Papua hingga saat ini.
Momentum peringatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa nilai persaudaraan, pelayanan, dan kasih harus terus dijaga demi membangun Papua yang damai, bermartabat, dan penuh harapan bagi generasi mendatang. (*)












