IPMADO Soroti Euforia Piala Dunia di Tengah Duka Masyarakat Dogiyai

- Admin

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Asrama Putra Dogiyai Kota Studi Nabire, Marius Petege (TipeX), menyampaikan sikap IPMADO terkait ajakan menghentikan konvoi Piala Dunia dan fokus mengawal proses keadilan bagi masyarakat Dogiyai saat memberikan keterangan di Asrama Putra Dogiyai, Bumi Wonorejo, Nabire, Rabu (10/6/2026). Dok_Alvi.NT

Ketua Asrama Putra Dogiyai Kota Studi Nabire, Marius Petege (TipeX), menyampaikan sikap IPMADO terkait ajakan menghentikan konvoi Piala Dunia dan fokus mengawal proses keadilan bagi masyarakat Dogiyai saat memberikan keterangan di Asrama Putra Dogiyai, Bumi Wonorejo, Nabire, Rabu (10/6/2026). Dok_Alvi.NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menyerukan kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat asal Dogiyai untuk tidak terlibat dalam kegiatan pawai maupun konvoi terkait perhelatan Piala Dunia yang berlangsung di Kabupaten Dogiyai maupun Kota Nabire.

Seruan tersebut disampaikan Ketua Asrama Putra Dogiyai Kota Studi Nabire, Marius Petege atau yang akrab disapa TipeX, saat memberikan keterangan di Asrama Putra Dogiyai, Jalan Dosa, Bumi Wonorejo, Nabire, Rabu (10/6/2026).

Menurut Marius, masyarakat Dogiyai hingga saat ini masih berada dalam suasana duka pasca-peristiwa yang mereka sebut sebagai “Dogiyai Berdarah” yang terjadi pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Karena itu, ia menilai berbagai bentuk perayaan dan euforia belum menjadi prioritas bagi masyarakat yang masih menuntut kejelasan atas kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dogiyai masih berduka. Karena itu, kami mengajak seluruh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk tidak ikut dalam konvoi maupun pawai yang berkaitan dengan Piala Dunia. Saat ini fokus kami adalah memperjuangkan keadilan bagi para korban,” kata Marius.

Selain itu, Marius juga mengkritik keterlibatan sejumlah pimpinan daerah yang mengikuti kegiatan euforia sepak bola di tengah situasi yang menurutnya masih menyisakan persoalan kemanusiaan di Papua Tengah.

Ia menilai para pemimpin daerah seharusnya lebih mengutamakan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak konflik serta keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kepastian proses hukum.

Lebih lanjut, Marius menyebut bahwa masyarakat Dogiyai masih menaruh perhatian besar terhadap proses penegakan hukum terkait lima warga sipil yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, berbagai aksi penyampaian aspirasi telah dilakukan, namun masyarakat masih menantikan perkembangan lebih lanjut dari proses yang sedang berjalan.

Baca Juga:  Parenting Qur’ani Warnai Peringatan Nuzulul Qur’an di Bumi Wonorejo

“Kami masih menunggu kejelasan mengenai proses hukum dan tindak lanjut terhadap tuntutan yang telah kami sampaikan. Aspirasi masyarakat sudah disuarakan dan kami berharap ada perhatian serius dari pihak-pihak yang berwenang,” ujarnya.

Sementara itu, terkait perkembangan advokasi, Marius menjelaskan bahwa laporan dan aspirasi masyarakat telah disampaikan kepada lembaga pengawas hak asasi manusia.

Namun, menurutnya, proses tersebut masih memerlukan tindak lanjut di tingkat yang lebih tinggi.

“Laporan sudah sampai ke Komnas HAM dan kami berharap proses ini terus berjalan hingga memperoleh kejelasan yang diharapkan masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk konsolidasi sikap, IPMADO Kota Studi Nabire juga menyebarkan selebaran bertajuk ‘Warning! Stop Bergaya di Atas Derita, Tangisan Rakyat Dogiyai’. Melalui selebaran tersebut, organisasi mahasiswa itu mengajak masyarakat untuk lebih fokus mengawal isu kemanusiaan dan penegakan hukum di Tanah Papua.

Menurut Marius, perjuangan untuk memperoleh keadilan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, IPMADO mengajak masyarakat untuk tetap menjaga solidaritas dan terus menyuarakan aspirasi secara damai sesuai ketentuan yang berlaku.

“Harapan kami sederhana, yaitu hadirnya keadilan dan perhatian terhadap masyarakat yang masih merasakan dampak dari peristiwa yang terjadi. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengedepankan nilai kemanusiaan,” tutupnya.

Seruan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa Dogiyai untuk menjaga perhatian publik terhadap proses penegakan hukum yang masih berlangsung.

Di sisi lain, mereka berharap berbagai pihak dapat memberikan ruang bagi penyelesaian persoalan kemanusiaan yang dinilai masih menjadi perhatian masyarakat hingga saat ini. (*)

Penulis : Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setahun Berjalan, CFD Nabire Jadi Ikon Hidup Sehat dan Pemberdayaan UMKM
Kapolres Nabire Wujudkan Harapan Mama-Mama Pasar, Salurkan 30 Payung Jelang HUT Bhayangkara ke-80
Kapolda Papua Tengah Buka FGD Cinta Damai Noken 2026 di Nabire
BBM Nonsubsidi Naik, Harga Pertamax Papua-Maluku Tembus Rp16.650
Polres Nabire bersama Polda Papua Tengah Salurkan Bansos untuk Mama-Mama Pedagang di Tiga Pasar
Donor Darah HUT Bhayangkara ke-80, Polres Nabire Berbagi Kehidupan
HUT Pemuda GIDI ke-40 Jadi Momentum Kebersamaan Pemuda di Teluk Kimi
Anton Wambrau: Bupati Cup III Perkuat Persatuan dan Sportivitas
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:08 WIT

Setahun Berjalan, CFD Nabire Jadi Ikon Hidup Sehat dan Pemberdayaan UMKM

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:50 WIT

Kapolres Nabire Wujudkan Harapan Mama-Mama Pasar, Salurkan 30 Payung Jelang HUT Bhayangkara ke-80

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:42 WIT

Kapolda Papua Tengah Buka FGD Cinta Damai Noken 2026 di Nabire

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:09 WIT

IPMADO Soroti Euforia Piala Dunia di Tengah Duka Masyarakat Dogiyai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:50 WIT

BBM Nonsubsidi Naik, Harga Pertamax Papua-Maluku Tembus Rp16.650

Berita Terbaru