Jelang 1 Mei, Pemuda Papua Diajak Pahami Sejarah NKRI

- Admin

Rabu, 29 April 2026 - 17:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta mengikuti Seminar Wawasan Kebangsaan BMP RI Papua Tengah di RRI Nabire, Rabu (29/4/2026), jelang peringatan 1 Mei. Dok/NT

Peserta mengikuti Seminar Wawasan Kebangsaan BMP RI Papua Tengah di RRI Nabire, Rabu (29/4/2026), jelang peringatan 1 Mei. Dok/NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Papua Tengah menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan di Aula Gedung RRI Nabire, Rabu (29/4/2026). 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat persatuan dan menjaga situasi tetap kondusif menjelang momentum 1 Mei.

Panitia mengangkat tema “Bergabungnya Kembali Papua dalam Bingkai NKRI, Bersatu dalam Keberagaman, Kuat dalam Kebangsaan”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar 200 peserta menghadiri kegiatan ini, mulai dari unsur masyarakat, pemerintah, tokoh adat, pemuda, organisasi perempuan, hingga aparat TNI.

Ketua DPD BMP RI Papua Tengah, Melkisedek F. Rumawi, memimpin langsung kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa seminar ini menjadi momentum penting untuk mengingat peristiwa 1 Mei 1963, saat Irian Barat diserahkan dari United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) kepada Pemerintah Republik Indonesia.

“Peringatan ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin memperkuat nilai kebangsaan dan komitmen menjaga keutuhan NKRI,” ujar Melkisedek.

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah melalui Asisten I Setda, Alantino Wiay, membuka kegiatan secara resmi. Ia mengapresiasi inisiatif penyelenggara karena seminar ini mampu menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, khususnya bagi generasi muda.

Baca Juga:  Pelantikan ASN Nabire Diwarnai Evaluasi, Bupati Ambil Langkah Tegas

Selanjutnya, narasumber menyampaikan materi wawasan kebangsaan dari berbagai perspektif.

Sekjen DPP BMP RI Papua, Albert Ali Kabiay, menekankan pentingnya memahami sejarah secara objektif dan berbasis data.

Ia juga mengajak generasi muda untuk bijak menyaring informasi di era digital.

Menurutnya, proses kembalinya Papua ke dalam NKRI merupakan bagian dari perjalanan sejarah panjang melalui jalur diplomasi internasional.

Ia mengingatkan agar masyarakat menjadikan sejarah sebagai perekat persatuan, bukan sumber perpecahan.

Di sisi lain, tokoh pemuda Agustinus Norton Karubuy mendorong generasi muda Papua untuk mengembangkan kapasitas diri.

menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, ekonomi kreatif, pertanian modern, serta kepemimpinan yang berintegritas tanpa meninggalkan identitas budaya.

Dalam sesi dialog, peserta mengangkat berbagai isu strategis, seperti kesenjangan pendidikan, ekonomi, layanan kesehatan, hingga evaluasi Otonomi Khusus.

Narasumber menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan penegasan pentingnya persatuan dalam keberagaman serta pembagian bantuan sembako kepada peserta sebagai bentuk kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, BMP RI Papua Tengah berharap masyarakat semakin memahami sejarah dan memperkuat komitmen menjaga Papua tetap damai, maju, dan sejahtera menjelang peringatan 1 Mei.

Penulis : Alvi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.
Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah
Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah
dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire
AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra
Dr. Soedeson Tandra Gelar Sejumlah Pertemuan Strategis di Nabire
Polres Nabire kerahkan 700 Personel jelang Aksi “Tragedi Dogiyai Berdarah” dari IPMADO Nabire 
Ultimatum Adat Warnai Kasus Tabrak Lari di Jalan Nabire–Ilaga
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIT

Yatate Agapa dan Marius Petege menyampaikan pernyataan sikap IPMADO di DPR Papua Tengah.

Senin, 11 Mei 2026 - 15:25 WIT

Kapolres Nabire Kawal Longmarch Aksi IPMADO ke DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:52 WIT

Forum Peduli Masyarakat Nabire Gelar Demo Damai di DPR Papua Tengah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:06 WIT

dr. Soedeson Tandra Sosialisasikan PIP di SD YPPK Sion Nabire

Senin, 11 Mei 2026 - 10:32 WIT

AKBP Samuel Tatiratu Sambut DPR RI Papua Tengah Dr. Soedeson Tandra

Berita Terbaru