Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memfasilitasi 250 pelajar Orang Asli Papua (OAP) dari delapan kabupaten untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel) persiapan seleksi sekolah kedinasan di Jayapura, Senin (18/5/2026).
Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam memperluas akses pelajar OAP terhadap berbagai sekolah kedinasan di kementerian, tidak hanya terfokus pada IPDN.
Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak masyarakat hanya mengenal IPDN sebagai sekolah kedinasan, padahal terdapat banyak institusi kedinasan lain yang juga dapat diakses oleh putra-putri Papua Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekarang ada banyak sekolah kedinasan di berbagai kementerian yang bisa diikuti. Karena itu kami ingin membuka wawasan anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, BKPSDM telah berkoordinasi dengan sejumlah sekolah kedinasan di empat kementerian, dengan lima hingga enam kampus tujuan, yang terdiri dari jalur pembibitan, afirmasi, dan jalur umum.
Khusus IPDN, tersedia jalur afirmasi dengan kuota di setiap kabupaten di Papua Tengah. Namun karena adanya pembatasan skema pembibitan oleh pemerintah pusat, Pemprov Papua Tengah mengambil langkah strategis dengan menyiapkan peserta melalui bimbel intensif.
“Pemprov Papua Tengah membantu 250 pelajar OAP untuk mengikuti bimbel di Jayapura agar mereka siap menghadapi tes CAT sekolah kedinasan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kelulusan peserta tetap bergantung pada kemampuan masing-masing serta kuota yang tersedia di setiap sekolah kedinasan.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kesiapan fisik selama mengikuti bimbingan belajar yang berlangsung selama satu bulan di Jayapura.
Program tersebut juga mencakup fasilitas penuh dari pemerintah, mulai dari biaya bimbel, tiket perjalanan pulang-pergi, hingga kebutuhan dasar peserta selama pelatihan.
Denci Meri Nawipa menambahkan bahwa tujuan utama program ini adalah memperluas wawasan pelajar OAP terhadap pilihan sekolah kedinasan di berbagai kementerian.
“Kami ingin anak-anak Papua Tengah tidak hanya terpaku pada satu pilihan, tetapi memiliki peluang yang lebih luas,” katanya.
Adapun enam sekolah kedinasan yang menjadi fokus pembinaan yakni STAN, STIS, Politeknik Imigrasi, Poltekip, STMKG, dan STIN.
Selain itu, Pemprov Papua Tengah juga berkomitmen memberikan dukungan lanjutan bagi peserta yang lulus, termasuk fasilitas tempat tinggal selama masa pendidikan jika sekolah tujuan tidak menyediakan asrama.
Melalui program ini, pemerintah berharap lahir generasi muda Papua Tengah yang unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan. (*)












