Puncak Jaya Kenalkan Bakar Batu Ramah Keberagaman di Festival Budaya

- Admin

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar Kabupaten Puncak Jaya menampilkan kuliner tradisional Bakar Batu Blanga pada hari kedua Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Bandara Lama Nabire. Dok_Alvi NT

Pelajar Kabupaten Puncak Jaya menampilkan kuliner tradisional Bakar Batu Blanga pada hari kedua Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Bandara Lama Nabire. Dok_Alvi NT

Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com – Kreativitas pelajar Kabupaten Puncak Jaya menjadi sorotan pada hari kedua Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Bandara Lama Nabire, Kamis (25/6/2026).

Melalui stan pameran budaya dan kuliner, para pelajar menghadirkan inovasi unik bertajuk Bakar Batu Blanga, sebuah perpaduan antara tradisi bakar batu khas Papua dengan metode memasak yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Festival yang diikuti delapan kabupaten se-Papua Tengah tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kekayaan budaya daerah, mulai dari seni, kerajinan tangan, hingga kuliner tradisional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah beragam penampilan budaya, stan Kabupaten Puncak Jaya menarik perhatian pengunjung melalui konsep kuliner yang menggabungkan tradisi dan inovasi.

Jika selama ini bakar batu identik dengan penggunaan batu panas yang dimasak secara tradisional di alam terbuka, para pelajar Puncak Jaya menghadirkan pendekatan berbeda dengan memadukan unsur bakar batu dan penggunaan kompor modern dalam proses memasaknya.

Meski menggunakan peralatan yang lebih praktis, nilai budaya yang terkandung dalam tradisi bakar batu tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat Papua.

Tidak hanya itu, bahan utama yang biasanya menggunakan daging babi juga diganti dengan daging ayam agar dapat dinikmati oleh seluruh peserta festival yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya.

Baca Juga:  Kapolres Nabire Tegaskan Kesiapan Pengamanan Jelang Aksi

“Kami tetap mempertahankan budaya bakar batu sebagai warisan leluhur, tetapi disesuaikan dengan kondisi saat ini. Daging babi diganti dengan daging ayam karena ada pelajar dan guru yang beragama Islam, sehingga semua dapat menikmati hidangan ini bersama-sama,” ujar salah satu pelajar di stan Kabupaten Puncak Jaya.

Menurut para peserta, inovasi tersebut merupakan bentuk adaptasi budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Selain memperkenalkan kuliner tradisional, penampilan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan budaya melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif.

Kehadiran Bakar Batu Blanga pun mendapat perhatian pengunjung yang memadati area festival. Banyak pengunjung terlihat mendatangi stan Puncak Jaya untuk melihat langsung proses penyajian sekaligus mengenal lebih dekat budaya kuliner masyarakat pegunungan Papua.

Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpelajar, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya yang mampu memperkuat identitas generasi muda Papua Tengah di tengah arus modernisasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nabireterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebanyak 32 Tim Ramaikan Mobile Legends Kapolres Cup 2026
Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya
Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya
Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah
Rp77,84 Miliar Disiapkan untuk Pendidikan Gratis di Papua Tengah
Tari Kreasi hingga Musik Akustik Meriahkan Festival Pelajar Papua Tengah
Gubernur Meki Nawipa Ajak Pelajar Papua Tengah Jaga Budaya dan Jauhi Narkoba
Tim Resmob Polres Nabire Ungkap Dugaan Penguasaan Motor Hasil Pencurian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:16 WIT

Sebanyak 32 Tim Ramaikan Mobile Legends Kapolres Cup 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:02 WIT

Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:54 WIT

Puncak Jaya Kenalkan Bakar Batu Ramah Keberagaman di Festival Budaya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:34 WIT

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:46 WIT

Mimika Tampilkan Kopi Amungme Gold dan Tarian Kreasi di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah

Berita Terbaru

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu membuka Turnamen Esports Mobile Legends Kapolres Cup di Aula Laghawa Wicaksana Polres Nabire, Kamis (25/6/2026), dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80. Dok_Alvi NT

Berita

Sebanyak 32 Tim Ramaikan Mobile Legends Kapolres Cup 2026

Jumat, 26 Jun 2026 - 01:16 WIT

Kepala SMA Negeri 1 Deiyai, Mariana Adi, S.Pd.K., mendampingi para pelajar menampilkan kuliner tradisional bakar batu pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Arief NT

Berita

Mariana Adi: Generasi Muda Harus Menjaga Warisan Budaya

Jumat, 26 Jun 2026 - 01:02 WIT

Kontingen Kabupaten Puncak Jaya menampilkan berbagai kerajinan budaya, termasuk noken dan kalung tradisional, pada Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Nabire. Dok_Alvi NT

Berita

Noken dan Kalung Tradisional Jadi Andalan Stan Puncak Jaya

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:34 WIT