Nabire, Papua Tengah || Nabireterkini.com — Dari sebuah ruang sederhana di Hotel Carmel, Nabire, gagasan besar tentang masa depan sepak bola Papua Tengah terus dirancang. Bukan sekadar mimpi, tetapi langkah nyata yang mulai membuka jalan bagi talenta muda menuju panggung internasional.
Bendahara Umum BPD HIPMI Papua Tengah sekaligus Manajer FC Vila Tauro, Lucky Lukas Tekege, menegaskan hal tersebut saat diwawancarai pada Selasa (17 Maret 2026).
Ia berbicara dengan keyakinan bahwa anak-anak muda Papua Tengah memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya terfasilitasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin anak-anak Papua Tengah tidak berhenti di sini. Mereka harus bisa keluar, berkembang, dan bersaing hingga ke level internasional,” tegasnya.
Bersama Presiden Klub FC Vila Tauro, Jojo de Oliveira, Lucky membangun pola pembinaan yang tidak biasa. Mereka mengasah pemain dari nol—bahkan dari mereka yang sebelumnya tidak mengenal dunia sepak bola profesional.
Ia menceritakan, sebagian pemain yang dibina berasal dari kehidupan pesisir yang sederhana.
“Awalnya mereka hanya tahu melaut dan mencari ikan. Namun kami melihat potensi itu, lalu kami latih secara konsisten selama satu tahun hingga siap bertanding,” ungkapnya.
Proses tersebut membuahkan hasil. Para pemain mulai menapaki kompetisi lokal hingga berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi, termasuk Liga 3.
Tak hanya itu, HIPMI Papua Tengah juga telah mendorong sejumlah pemain untuk tampil di berbagai daerah. Nama seperti Nando Tebai yang kini bermain di Dogiyai dan Bertos Sawiay di Sorong menjadi contoh nyata dari hasil pembinaan tersebut.
Kini, langkah yang lebih besar tengah disiapkan. Lucky bersama jajaran HIPMI merancang program pengiriman empat pemain melalui jalur kuota asing ke Timor Leste. Seleksi dilakukan secara terbuka, dengan menitikberatkan pada kualitas dan potensi.
“Kami tidak pilih berdasarkan kedekatan. Kami buka untuk umum, siapa yang punya kualitas, itu yang kami dorong,” jelasnya.
Setelah lolos seleksi, para pemain akan menjalani proses administrasi berupa pembuatan paspor dan visa yang dipusatkan di Kupang sebelum diberangkatkan.
Lebih dari sekadar sepak bola, Lucky juga melihat peluang besar dalam membangun sinergi lintas sektor. Ia bersama Ketua HIPMI Papua Tengah berencana menjajaki kerja sama di bidang ekonomi, investasi, hingga pembangunan infrastruktur.
“Kami ingin membuka jalan, bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga peluang ekonomi bagi Papua Tengah ke depan,” ujarnya.
Ia pun mengajak berbagai pihak, mulai dari KONI hingga ASPROV, untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di daerah.
Menurutnya, pengembangan talenta tidak boleh bersifat musiman. Harus ada kesinambungan agar potensi yang ada tidak terhenti di tengah jalan.
“Ini harus berkelanjutan. Kita tidak boleh berhenti di satu generasi saja,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan, semangat itu terus tumbuh. Dari Mimika, sebuah keyakinan menguat—bahwa talenta Papua Tengah tidak hanya layak tampil di level nasional, tetapi juga siap bersinar di panggung dunia. (*)













Terimakasih atas kepercayaan menejer untuk kami anak anak darih pulau atauro untuk bersaing di divisi 3 atas ijin tuhan sekarang kita naik ke divisi 2 liga timor leste semoga menejer dan pres Vila Atauro sehat selalu
Luar biasa dan tetap buktikan anak Papua tengah bisaa…